Keuangan

Indonesia Nikmati Bonus Demografi, Awas! Bahaya Pinjol Mengintai

Jakarta – Indonesia saat ini termasuk salah satu negara di dunia yang tengah menikmati ledakan jumlah usia produktif atau yang biasa disebut bonus demografi. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia dalam ketersediaan tenaga kerja atau SDM, yang bakal berdampak positif untuk sektor konsumsi dan perekonomian nasional.

Namun begitu, bonus demografi yang ada ternyata berada di bawah bayang-bayang ancaman pinjol ilegal. Banyak pinjol yang memanfaatkan bonus demografi ini dengan menawarkan pinjaman dana kepada anak-anak muda, untuk memenuhi kebutuhan anak muda yang cenderung konsumtif, namun memiliki literasi keuangan yang minim. Tak ayal, banyak anak-anak muda yang memiliki skor kredit buruk dan terkena blacklist dari pengajuan kredit.

Baca juga: Dear Milenial, Begini Cara Membedakan Pinjol Legal dan Ilegal

“Indonesia mendapatkan keberkahan yang luar biasa, di mana generasi milenial ini memiliki porsi 51% dari total masyarakat, dan akan menyoblos di Pemilu 2024. Kita bisa bayangkan generasi milenial di Indonesia sebanyak 69 juta, generasi Z sebanyak 70 juta,” jelas Eko B. Supriyanto selaku Chairman Infobank Media Group pada acara Literacy Roadshow bertema ‘Visi Indonesia Emas 2045: Milenial Melek Keuangan, Cari Cuan dan Aman’ yang diadakan Infobank bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Rabu, 6 September 2023.

“Tapi ada yang menarik dari ini semua. Generasi milenial ini sudah banyak yang masuk datanya di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dan kena blacklist, karena korban daripada pinjol. Sehingga, ke depan, tak bisa mendapatkan kredit dari bank akibat terkena blacklist,” tambah Eko.

Menurut Eko, situasi ini terjadi bukan karena kesengajaan dari anak-anak muda itu, namun akibat ketidaktahuan bahwa meminjam dari pinjol atau lembaga pinjaman digital yang ilegal itu memiliki risiko besar untuk jangka panjang. “Pinjamlah untuk produktifitas, bukan untuk konsumtif. Apalagi, untuk konser. Itu berbahaya,” tegasnya lagi.

Baca juga: Setiap Hari Ada 50 Pinjol dan Investasi Ilegal Diblokir, OJK Ingatkan Pentingnya Literasi Keuangan

Lebih lanjut, Eko mengatakan, bila melihat data yang dikumpulkan, terdapat akumulasi total pinjaman debitur berusia 19 sampai 34 tahun di Indonesia mencapai Rp764 triliun, di mana sebesar Rp1,9 triliun di antaranya menunggak.

“Ini anak-anak muda dan ini akan menjadi malapetaka di tahun 2045 kalau tidak diberesin dan akan bertambah. Infobank dan OJK mengadakan roadshow dimana-mana, karena sama-sama ingin mengedukasi masyarakat agar generasi emas kita terselamatkan,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

6 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

7 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

7 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

13 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

14 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

14 hours ago