Pasar Modal; Didorong lewat Investor Summit. (Foto: Zidni Hasan)
Bali – Indonesia menjadi tuan rumah forum International Organization of Security Commission (IOSCO), yakni sebuah forum utama bagi interaksi dan kerjasama antar pengawas pasar modal sedunia, dimana saat ini beranggotakan lebih dari 170 institusi yang terdiri dari badan pemerintah SRO dan institusi lain yang terkait dengan pasar sekuritas. Konfrensi ini diberi nama IOSCO The Growth and Emerging Markets Committee (GEM-C).
“Ini setiap tahun dilaksanakan, kebetulan kali ini Indonesia yang menjadi tuan rumah,” kata Kepala Departement Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gonthor R Aziz di Nusa Dua, Bali, Kamis, 21 Januari 2016.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjadi salah satu anggota IOSCO sejak tahun 1984 dan merupakan salah satu negara pertama di luar benua Amerika selain Perancis, Korea, dan Inggris. Sementara GEM memiliki anggota sebanyak 86 negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia dan 10 diantaranya merupakan anggota G-20 termasuk Indonesia. Besaran pasar modal negara berkembang hingga saat ini telah mencapai sekitar USD146 triliun.
“GEM secara rutin mengadakan pertemuan tahunan (GEM-C Meeting) yang tujuannya untuk memfasilitasi pembahasan isu aktual dan tantangan faktual yang dihadapi para anggota,” tuturnya.
Gonthor mengungkap, acara yang digelar sejak tanggal 20 hingga 22 Januari 2016 di pulau dewata, hadir 39 delegasi pengawas pasar modal dari negara-negara berkembang yang tergabung dalam IOSCO. Jumlah tersebut disinyalir angka terbanyak dari IOSCO GEM-C meeting sebelum-sebelumnya
“Anggota GEM-C itu ada 86 negara, yang hadir 39 negara. Ini pertama kalinya jumlah peserta meeting ini yang lebih dari 30. Alhamdulillah animo anggota yang mau hadir ini cukup tinggi,” jelasnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More