Nusa Dua–Bank Indonesia (BI) bersama International Statistical Institute (ISI) menggelar Konferensi Statistik Internasional, yang diharapkan bisa membantu para pemegang kebijakan membuat aturan atau kebijakan berbasis data yang akurat.
Konferensi Statistik Internasional, ISI Regional Statistics Conference 2017 bertema “Enhancing Statistics, Prospering Human Life” yang digelar di Nusa Dua, Bali pada 20-24 Maret ini merupakan konferensi kedua setelah sebelumnya digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 2014.
Salah satu pembicara yang ditampilkan adalah Mantan Wakil Presiden Indonesia, Boediono, yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur BI. Menurutnya, keberadaan data statistik sangat membantu untuk memeroleh informasi lebih valid dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber. “Sehingga akan memudahkan dalam membuat kebijakan yang tepat,” tuturnya di Nusa Dua, Rabu, 22 Maret 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More
Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More