Keuangan

Indonesia Insurance Summit 2024: Yulius Billy Bhayangkara Dorong Kemajuan Industri Asuransi Kesehatan

Denpasar – Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Yulius Billy Bhayangkara, menyampaikan pentingnya sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan perusahaan asuransi untuk memajukan industri asuransi kesehatan di Indonesia.

Hal tersebut diungkap Yulius dalam acara Indonesia Insurance Summit 2024 di Denpasar, Bali, Jumat, 23 Agustus 2024.

Yulius menekankan bahwa kolaborasi tersebut adalah kunci untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan asuransi kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Yulius juga menggarisbawahi bahwa OJK memiliki peran penting dalam memfasilitasi pertumbuhan industri asuransi melalui regulasi yang tepat dan kolaborasi dengan perusahaan asuransi. Ia mengusulkan agar OJK bekerja sama dengan beberapa perusahaan asuransi terpilih untuk memulai inisiatif ini.

Baca juga: Indonesia Insurance Summit 2024: Paola G.L Matanguihan Beberkan Perkembangan Tren Pasar Asuransi di Filipina

“Mengapa menunggu 16 perusahaan asuransi jika kita bisa memulai dengan 4 perusahaan saja? Ini akan lebih mudah dan cepat untuk memulai proses peningkatan industri asuransi kesehatan,” ujar Yulius.

Ia menekankan pentingnya pendekatan kolektif dalam menghadapi tantangan di sektor asuransi. Yulius percaya bahwa dengan kebersamaan, industri asuransi Indonesia dapat mencapai kemajuan yang signifikan.

Baca juga: Indonesia Insurance Summit 2024 Dorong Transformasi dan Reformasi di Sektor Perasuransian 

Yulius menambahkan bahwa forum seperti Indonesia Insurance Summit 2024 memberikan kesempatan bagi semua pemangku kepentingan untuk duduk bersama, berdiskusi, dan mencari solusi terbaik bagi industri.

“Melalui acara ini, kita berjumpa bersama-sama untuk memastikan bahwa industri asuransi kita, baik konvensional maupun syariah, semakin maju dan jaya,” tutupnya. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

1 hour ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

7 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

7 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

8 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

18 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

19 hours ago