Keuangan

Indonesia Insurance Summit 2024: Mahendra Siregar Beberkan Sejumlah Tantangan Industri Asuransi

Denpasar – Indonesia Insurance Summit 2024 digelar dengan antusiasme tinggi, mengumpulkan seluruh elemen penting dalam industri asuransi nasional di Denpasar, Bali, 22 Agustus 2024.

Indonesia Insurance Summit 2024 menjadi momentum penting dalam sejarah industri perasuransian Indonesia, menandai pertama kalinya seluruh asosiasi di bawah naungan Dewan Asuransi Indonesia bersama-sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan forum strategis ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menekankan pentingnya Indonesia Insurance Summit 2024 ini sebagai platform diskusi yang iteratif dan insightful, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi industri perasuransian saat ini.

“Insurance Summit 2024 ini merupakan acara yang pertama kali diselenggarakan bersama-sama oleh seluruh asosiasi di bawah naungan Dewan Asuransi Indonesia bersama OJK, yang tentu kami sangat mendukung kegiatan kolaboratif seperti ini,” ujar Mahendra dalam sambutannya di acara Indonesia Insurance Summit 2024 di Denpasar, Bali.

Mahendra juga menyoroti kondisi perekonomian Indonesia yang tetap menunjukkan kinerja positif di tengah ketidakpastian global. Dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,05 persen dalam dua tahun terakhir, Indonesia berhasil menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, termasuk industri perasuransian.

Baca juga: Indonesia Insurance Summit 2024 Hadirkan Regulator dari Malaysia, Jepang, dan Tanzania

Data terbaru menunjukkan total aset industri asuransi, yang mencakup asuransi wajib, sosial, dan komersial, mencapai Rp1.156,2 triliun hingga Juni 2024, naik 1,14 persen dari tahun sebelumnya.

Tantangan Industri Asuransi

Namun, Mahendra juga menegaskan bahwa tantangan bagi industri asuransi tetap besar, terutama dalam hal menjaga kepercayaan masyarakat dan beradaptasi dengan perubahan regulasi. OJK telah mengambil langkah-langkah penting melalui Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Asuransi Indonesia 2023-2027.

Peta jalan ini diharapkan dapat menjadi acuan bersama bagi industri dalam upaya menciptakan industri asuransi yang lebih sehat, kuat, dan berkelanjutan.

“Kami berharap Peta Jalan ini dapat bermanfaat untuk terus menjadi acuan bersama bagi pengembangan industri perasuransian dan juga sebagai sarana terjadinya sinergi dan konsolidasi lintas sektor,” imbuhnya.

Dalam forum ini, diskusi juga mencakup isu-isu penting seperti peran asuransi dalam mendukung investasi hijau dan inovasi yang terus berlangsung di industri.

Mahendra menekankan pentingnya sinergi antara regulasi lokal dengan standar internasional untuk mendorong kepercayaan investor dan perkembangan pasar perasuransian Indonesia.

Baca juga: Industri Asuransi Harus Kredibel dan Bisa Dipercaya

“Menghubungkan regulasi lokal dengan regulasi internasional dan membuatnya menjadi infrastruktur yang konsisten akan sangat penting,” jelasnya.

Indonesia Insurance Summit 2024 ini diharapkan menjadi acara tahunan yang terus berlanjut, mengingat besarnya manfaat yang dihasilkan dari kolaborasi dan diskusi lintas sektor.

Dengan sinergi yang kuat antara regulator, pelaku industri, dan asosiasi, industri perasuransian Indonesia siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada, demi mencapai visi industri yang lebih andal, inovatif, dan terpercaya. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BPJS Kesehatan Buka Suara soal Bayi Baru Lahir Otomatis Terdaftar JKN, Ini Faktanya

Poin Penting Bayi baru lahir belum otomatis menjadi peserta JKN, tetap harus didaftarkan. BPJS masih… Read More

26 mins ago

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

7 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

10 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

11 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

11 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

12 hours ago