Nasional

Indonesia dan AS Kembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Kalimantan

Jakarta – Indonesia dan Amerika Serikat (AS) tengah menjalin kerja sama dalam pengembangan Small Modular Reactor (SMR) untuk mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalimantan.

Proyek yang tertuang dalam PP No. 14 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) ini diharapkan berlangsung pada periode 2025-2035.

Deputi Bidang Koordinasi Kerjasama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menyatakan bahwa pengembangan SMR ini merupakan bagian dari program Foundational Infrastructure for the Responsible Use of SMR Technology (FIRST) yang bekerja sama dengan US Department of State (US DoS).

Baca juga: China Getol Perluas Persediaan Senjata Nuklir

“Kita diberikan bantuan untuk melakukan technical assessment di Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan bisa diselesaikan segera,” ujar Edi saat media briefing mengenai update kerja sama ekonomi internasional di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (30/5).

Proyek ini juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan direncanakan akan rampung pada akhir tahun 2024. Edi juga menekankan pentingnya percepatan implementasi proyek ini.

“Dengan adanya IPEF (Indo-Pacific Economic Framework), kita meminta jangan sampai implementasinya duluan Romania dibandingkan kita. Romania ini targetnya tahun 2027,” tegasnya.

Baca juga: Ambil Alih Kelola, Pertamina Klaim Produksi Minyak di Blok Rokan Meningkat

Meski demikian, Edi juga mengingatkan bahwa implementasi proyek ini harus sejalan dengan regulasi di Indonesia terkait tenaga nuklir.

“Kalau mengimplementasi tapi peraturan kita belum mendukung, bingung juga ya. Jadi harus paralel, ketika implementasinya sudah dibuat, mungkin peraturan kita terkait tenaga nuklir juga sudah harus selesai,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

5 mins ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

38 mins ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

1 hour ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

2 hours ago

Pikap India Mulai Didistribusikan ke Kopdes Merah Putih, Disaksikan Wakil Panglima TNI

Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More

2 hours ago

BEI Bidik 50 Ribu Investor Syariah Baru di 2026

Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More

2 hours ago