Andrew Jeffreys; Meningkatkan kepercayaan investor. (Foto: Istimewa)
Pengembangan basis industri yang dicanangkan pemerintah akan menjadi daya tarik bagi para investor. Apriyani Kurniasih.
Jakarta—Dengan dukungan perubahan pada peraturan dan kerangka investasi negara, arus masuk Foreign Direct Investment (FDI) meningkat signifikan. Riset OBG menyebutkan, FDI telah berhasil memecahkan rekor sebesar Rp307 triliun (US$22.6 miliar) pada 2014.
Menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM), angka tersebut meningkat dua kali lipat antara awal 2012 dan akhir tahun lalu.
Terdorong untuk melanjutkan keberhasilan membangun baru-baru ini, pemerintahan Jokowi menargetkan FDI sebesar US$8.4 miliar pada 2015, atau naik sebesar 12% dibandingkan dengan tahun lalu.
“Laporan kita (Riset OBG) merupakan refleksi dari pergerakan Indonesia untuk meningkatkan kepercayan investor dan aliran masuk modal, disamping kesadaran bahwa masih banyak yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan,” ujar CEO Oxford Business Group (OBG), Andrew Jeffreys.
Sementara itu, Paulius Kuncinas, Managing Editor OBG untuk Asia mengatakan, Indonesia berencana untuk mengembangkan basis industri yang akan menjadi daya tarik bagi para investor.
“Meski upaya mengurangi defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan akan tetap menjadi tantangan, riset kami mengindikasi bahwa visi Indonesia untuk menjadi lokomotif regional mulai terbentuk” pungkas Paulius.
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More