Ekonomi dan Bisnis

Indonesia Bakal Jadi Negara Tercepat Masuk OECD, Kok Bisa?

Jakarta – Indonesia saat ini tengah memasuki tahap aksesi keanggotaan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Menariknya, Indonesia hanya membutuhkan waktu 7 bulan untuk diterima menjadi anggota organisasi ekonomi internasional tersebut.

“Indonesia hanya membutuhkan waktu 7 bulan. Memang masih akan di-assesment untuk diterima menjadi anggota OECD,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dalam acara Talkshow Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, di Jakarta, Rabu, 28 Mei 2024.

Baca juga: Jadi Anggota Negara Maju OECD, Indonesia Kudu Setor Berapa Euro?

Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan dengan negara lain seperti Argentina, Thailand, Singapura sudah bertahun-tahun mengajukan aksesi anggota OECD. Hal ini kata dia membuktikan bahwa Indonesia dipandang baik di mata internasional.

“Argentina hampir 5 tahun. Ada juga ada Singapura dan Thailand negara-negara ASEAN yang sudah beberapa tahun ini masih belum diterima aksesinya,” pungkasnya.

Baca juga: Jokowi Kembali Bertemu dengan Sekjen OECD, Bagaimana Nasib Kelanjutan Keanggotaan Penuh RI?

Saat ini, Indonesia tidak sendiri dalam berjuang untuk menjadi anggota OECD. Ada 5 negara lain yang juga mendaftar, yakni Argentina, Brazil, Bulgaria, Kroasia, Peru dan Rumania.

Apabila Indonesia masuk ke OECD, otomatis akan menjadi negara ketiga di Asia setelah Jepang dan Korea. Jepang masuk ke dalam OECD pada tahun 1964 dan Korea Selatan pada tahun 1996.

Menariknya, setelah masuk menjadi anggota, OECD dua negara tersebut naik kelas menjadi high income country. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Askrindo dan Pemkab Bone Bersinergi Perkuat Pelindungan Risiko dari Aset hingga Usaha Mikro

Poin Penting Askrindo menjalin kerja sama dengan Pemkab Bone untuk penjaminan suretyship dan asuransi umum… Read More

5 mins ago

Hadirkan Fasilitas Kesehatan Premium, BRI Life dan RS Awal Bros Jalin Kolaborasi Strategis

Poin Penting BRI Life dan RS Awal Bros Group meresmikan fasilitas rawat inap premium The… Read More

25 mins ago

Jamkrindo Bukukan Laba Bersih Rp1,05 Triliun pada 2025

Poin Penting Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak Rp1,28 triliun dan laba bersih Rp1,05 triliun di… Read More

60 mins ago

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal RI, Begini Respons OJK

Poin Penting Status Indonesia tetap di kategori Secondary Emerging Market versi FTSE Russell dan tidak… Read More

1 hour ago

Kaspersky Catat Pertumbuhan Positif 2025, Target Double Digit di 2026

Poin Penting Ancaman siber di Indonesia meningkat tajam pada 2025, dengan jutaan serangan berhasil diblokir… Read More

1 hour ago

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS. Sentimen… Read More

2 hours ago