Indonesia Afrika Forum 2018 Resmi Dibuka di Bali
Nusadua – Indonesia Afrika Forum (IAF) 2018 resmi dibuka pada 10/4/2018 di Nusadua Bali. Forum ini dihadiri lebih dari 50 negara Afrika dan kurang kebih 500 peserta baik dari Indonesia dan Afrika.
Merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan, dalam forum ini telah disepakati kesepakatan bisnis senilai USD586 juta yang merupakan kesepakatan antara 50 negara Afrika. Selain itu, ada juga bisnis kerjasama strategis senilai USD1,3 miliar di bidang infrastruktur, energi, konektivitas dll.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Perekonomian Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.
Menteri Luar Negeri mengatakan bahwa “kenapa IAF dibuat, karena Indonesia mencintai Afrika dan untuk menunjukan komitmen Indonesia dan kerjasama dengan Afrika”
BUMN yang berpartisipasi dalam forum ini yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk , PT PAL Indonesia (Persero) ,PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero), serta Indonesia Eximbank dan Standard Chartered.
“Hari ini kita harus bekerjasama untuk memperkuat ekonomi antara Indonesia dan Afrika, dan juga Afrika bukan negara asing bagi Indonesia, Afrika adalah sahabat bagi Indonesia” ucap Jusuf Kalla saat membuka acara Indonesia Afrika Forum 2018.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingat akan film Black Panther dan menyebut tentang negara fiktif tersebut yaitu Wakanda, Wakanda memiliki potensi besar yang tidak diketahui oleh dunia luar, begitu juga dengan negara-negara Afrika yang potensi besarnya harus juga diketahui oleh dunia luar.
Sebagai informasi, perdagangan antara Afrika dan Indonesia pada tahun 2017 telah mencapai USD8,84 miliar atau meningkat 15,25% dari tahun 2016 dan nilai investasi Afrika di Indonesia pada tahun 2017 mencapai USD1,28 miliar.
Jusuf Kalla kemudian menutup dengan tidak mengucapkan Wakanda Forever tetapi dengan Indonesia-Afrika Forever.(Fitryan Gema)
Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More
Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More
Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More