Keuangan

Indokripto Koin Semesta (COIN) Catat EBITDA Rp100,7 Miliar di Kuartal III 2025

Poin Penting

  • COIN mencatat pendapatan Rp204,6 miliar atau naik 19 kali lipat dari tahun sebelumnya, dengan EBITDA Rp100,7 miliar dan laba bersih Rp41,1 miliar.
  • Liabilitas jangka pendek turun drastis dari Rp231,9 miliar menjadi Rp45,9 miliar, sementara arus kas operasi positif mencapai Rp99,6 miliar dan kas akhir periode mencapai Rp361,88 miliar.
  • Volume transaksi derivatif di Bursa CFX naik 118 persen menjadi Rp52,71 triliun, mendorong kontribusi derivatif hingga 28 persen dari total transaksi aset kripto COIN.

Jakarta – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), berhasil membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama di tahun 2025.

Emiten yang bergerak di ekosistem aset kripto pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini mencetak EBITDA mencapai Rp100,7 miliar dan laba bersih Rp41,1 miliar. Pencapaian EBITDA yang solid mencerminkan kinerja operasional yang kuat pada COIN.

Perseroan juga mencatat pendapatan sebesar Rp 204,6 miliar, atau naik sekitar 19 kali lipat dibandingkan periode tahun 2024. Tidak hanya dari sisi pendapatan, perseroan juga berhasil mengurangi liabilitas jangka pendek secara drastis dari Rp231,9 miliar pada akhir 2024 menjadi hanya Rp45,9 miliar per 30 September 2025.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025, COIN juga berhasil mengantongi arus kas bersih dari aktivitas operasi yang positif sebesar Rp99,6 miliar.

Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk Ade Wahyu mengungkapkan apiknya kinerja perseroan didukung oleh positifnya kondisi pasar aset kripto sepanjang tahun ini, khususnya pada periode Juli hingga September 2025.

Baca juga: Dorong Transparansi, OJK dan IAI Terbitkan Panduan Akuntansi Aset Kripto

Ade menuturkan, tren positif tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan, yakni PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian KoinIndonesia (ICC).

“Kinerja solid perseroan didukung oleh volume transaksi aset kripto yang mengalami kenaikan baik di pasar spot maupun derivatif kripto di Bursa CFX pada kuartal III-2025. Bahkan, porsi perdagangan derivatif kripto terhadap keseluruhan transaksi aset kripto mencapai 28 persen dibanding kuartal sebelumnya yang 17 persen. Kondisi ini memperlihatkan minat dan kepercayaan konsumen terhadap produk milik anak perusahaan COIN juga meningkat,” kata Ade di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Sebagai informasi, nilai transaksi derivatif kripto di Bursa CFX melonjak 118 persen dari Rp24,17 triliun di kuartal II 2025 menjadi Rp52,71 triliun pada kuartal III 2025. Sehingga secara kumulatif, total transaksi derivatif telah mencapai Rp86,25 triliun untuk periode Januari hingga September 2025.

Selain kinerja operasional yang solid, Perseroan berhasil mempertahankan posisi kas dan likuiditas yang kuat pasca Initial Public Offering (IPO). Tercatat, jumlah kas Perseroan berada di Rp361,88 miliar per 30 September 2025.

Baca juga: CFX Beberkan Empat Strategi Jaga Tren Pertumbuhan Pasar Kripto RI

Ade meyakini kondisi tersebut mencerminkan fondasi fundamental perusahaan yang kokoh, memberikan fleksibilitas dan bantalan yang kuat untuk menghadapi dinamika pasar ke depan.

“Kami akan terus memperkuat portofolio usaha dan terus berupaya menangkap peluang baru untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. Perseroan juga berkomitmen untuk selalu mendukung kegiatan operasional kedua anak usahanya, yakni Bursa CFX dan Lembaga Kustodian ICC agar tetap mengedepankan transparansi, inovasi, dan berpegang pada prinsip tatakelola perusahaan yang baik,” imbuh Ade.

Sebagaimana diketahui, COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi dua anak usahanya, yai CFX selaku Bursa Aset Kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia dan PT Kustodian Koin Indonesia (Indonesia Coin Custodian/ICC) selaku lembaga penyimpanan aset kripto. Adapun kedua anak usaha COIN tersebut sudah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangna (OJK).

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

7 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

9 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

9 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

9 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

9 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

10 hours ago