Jakarta–Pameran material dan teknologi bangunan terbesar dan terlengkap di Indonesia, Indobuildtech Expo Jakarta 2016 kembali digelar yang bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, dan telah dibuka untuk umum mulai Rabu, 25 sampai 29 Mei 2016.
Indobuildtech yang ke-14 ini tampil lebih megah dan lengkap dari seluruh rangkaian gelaran pameran sejak 2003 silam, baik kelengkapannya dari jenis produk maupun dari program kegiatan secara menyeluruh.
Presiden Direktur PT Debindo-ITE selaku penyelenggara pameran kali ini, Effi Setiabudi mengatakan, Indobuildtech kali ini lebih dari sekedar wahana promosi saja, sebanyak 51 kegiatan forum asosiasi pendukung, diskusi dan presentasi produk juga meramaikan dan menjadikan nilai tambah bagi pengunjung.
“Seiring Indobuildtech, beberapa asosiasi terkait konstruksi dan arsitektur juga menggelar rapat kerja mukernas GAPENSI (gabungan pelaksana konstruksi nasional Indonesia), dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten yang menggelar musyawarah daerah,” ujarnya dalam pembukaan Indobuildtech Expo 2016, Rabu, 25 Mei 2016.
Sementara Ketua Gapensi, Iskandar Hartawi mengatakan target gapensi, kerja sama ini untuk menunjang pembangunan di indonesia.
Pameran yang bertempat di ICE BSD City ini juga berperan penting sebagai ajang bertemunya seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait material dan teknologi bangunan, untuk transaksi dan negosiasi bisnis exhibitor dan visitor maupun kegiatan bersifat edukasi.
Sekedar informasi, Indobuildtech Expo kali ini diikuti oleh 550 peserta yang menyuguhkan lebih dari 1500 brand variants dari 20 negara. Sebanyak 292 (53%) merupakan perusahaan nasional dan selebihnya (47%) adalah perusahaan asing dari 20 negara termasuk China (160 perusahaan) dan Italy (16 perusahaan). (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More
Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More
Poin Penting Pinjol melonjak jelang Lebaran 2026, didorong kebutuhan konsumtif dan faktor psikologis seperti FOMO,… Read More
Poin Penting Pajak Januari 2026 Rp116,2 triliun, naik 30,7 persen yoy (4,9 persen dari pagu… Read More
Poin Penting APBN awal 2026 defisit Rp54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB, dinilai masih… Read More
Poin Penting IHSG sesi I (23/2) ditutup menguat 1,36% ke level 8.384,04 dengan nilai transaksi… Read More