Pegerakan pasar saham. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Indo Premier Sekuritas kembali menorehkan prestasi di tengah pandemi Covid-19 dengan meraih Penghargaan Utama Kategori Hubungan Eksternal atas Inovasi Teknologi Informasi (TI) di ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2021 bertema “Accelerating Economic Recovery During Covid-19 Pandemic” pada Kamis malam, 19 Agustus 2021.
Penganugerahan penghargaan ini disematkan pada sekuritas karya anak bangsa dengan tagline #SemuaBisaInvestasi di tengah upaya intensif perusahaan menggencarkan laju inovasi di tengah pandemi Covid-19.
Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengakui inovasi telah menjadi benchmark keberhasilan transformasi digital di tengah dinamika bisnis yang menuntut kecepatan adaptasi agar tak sekadar dapat bertahan, tetapi justru makin berdaya saing.
Ia menjelaskan era disrupsi sebelum pandemi telah mengajarkan bahwa esensi proses critical thingking dan creativity yang digaungkan era revoluasi industri 4.0 adalah gebrakan menuju inovasi dan pandemi ini telah menjadi momentum untuk mendorong lebih cepat inovasi teknologi dalam semua aspek kehidupan.
“Pandemi Covid-19 telah memaksa sektor bisnis melakukan gebrakan inovasi agar tetap bertahan, bersaing dan menjawab semua tantangan dan persoalan yang dihadapi. Indo Premier sebagai sekuritas yang terdepan dalam inovasi teknologi informasi di pasar modal pun meluncurkan aplikasi IPOT di tengah pandemi Covid-19, tepatnya pada 3 Juni 2020 lalu.”
Aplikasi IPOT terbukti memberikan dampak signifikan untuk pertumbuhan jumlah investor. Pada semester I/2021 jumlah investor Indo Premier meningkat sebanyak 240.000 dari target penambahan investor baru sepanjang 2021 sebanyak 200.000. Dengan penambahan ini total jumlah investor Indo Premier per semester I/2021 telah mencapai lebih dari 700.000 investor. (*)
Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More
Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More