Garap Bisnis Digital Segmen Enterprise, Telkom Kerjasama dengan Cisco
Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui layanan IndiHome akan menyiarkan secara langsung rangkaian pertandingan Piala Dunia 2018 melalui channel Piala Dunia (SD: 87. HD: 907) dan channeI UseeSports (SD: 85, HD: 905).
Ajang kompetisi sepak bola paling fenomenal yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali ini akan menjadi sajian khusus lndiHome untuk keluarga Indonesia dan tentunya tidak akan dilewatkan begitu saja oleh para pecinta sepak bola.
Direktur Consumer Service Telkom Siti Choiriana mengatakan, pihaknya berkomitmen menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2018 secara langsung di channel Piala Dunia selama 24 jam.
“Untuk menambah kualitas tayangan, kami sediakan juga dalam format HD (High Definition). Jika pelanggan ketinggalan nonton pertandingan langsung, pelanggan dapat menyaksikan siaran ulang melalui menu Won Demand yang tersedia sampai tujuh hari kebeiakang,” kata Siti di Jakarta, Jumat, 18 Mei 2018.
Baca juga: Telkom Cetak Laba Rp22 Triliun di 2017
Tidak hanya menayangkan pertandingan dengan kualitas HD dan |ayanan TV on Demand selama 7 (tujuh) hari ke belakang, harga yang terjangkau turut memanjakan para penggila sepak bola di tanah air.
Pelanggan baru yang berlangganan Paket Deluxe dan Premium akan langsung mendapatkan channel Piala Dunia dan UseeSports. Selain itu IndiHome juga menawarkan pilihan minipack Piala Dunia dengan harga Rp90.000 per bulan untuk paket regular dan Rp150.000 untuk sekaligus 2 (dua) bulan untuk full package.
“Minipack dapat diakses melalui aplikasi mylndiHome atau menu minipack di layar UseeTV. Selain channel Piala Dunia, pelanggan yang sudah berlangganan minipack Piala Dunia juga dapat menikmati pertandingan-pertandingan melalui channel UseeSports,” jelasnya. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More