BI: Bila Tidak Intervensi Pasar, Rupiah Bisa Terdepresiasi 15%
Jakarta – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) mendukung penuh keputusan Presiden Jokowi yang telah memilih calon tunggal Gubenur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan juga jajaran Deputi Gubernur BI.
Namun KADIN juga memberikan masukan dan juga kritikan khususnya kepada calon tunggal Gubernur BI Perry Warjiyo untuk dapat mempertahankan independensi BI ditengah tahun politik 2018.
“Dalam mengendalikan inflasi, gubernur yang baru betul-betul dalam posisi teruji karena memasuki masa tahun politik dalam pengendalian inflasi harus mementingkan indenpidensi sebagai gubernur bank sentral sesuai undang-undang yang berlaku,” ujar Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perbankan Sigit Pramono, di Kompleks DPR RI Jakarta, Senin 26 Maret 2018.
Dirinya menghimbau kepada Gubernur BI yang baru agar tidak terbawa kepada arus kepentinggan politik dan tetap mementingkan pasar dalam mengendalikan inflasi maupun dalam menentukan kebijakan lain.
Baca juga: Fit and Proper: Ini Visi Misi Yang Diusung Tiga Calon Deputi Gubernur BI
“Pemerintah mempunyai kepentingan besar untuk menjaga inflasi rendah tetapi inflasi ini wajar apa mengikuti kemauan pemerintah dan kedepan ujian independen BI diuji di tahun politik,” tambah Sigit.
Sigit menjelaskan, Independensi BI sendiri telah tertulis dalam undang-undang. Hal tersebut tertulis pada pasal 9 UU No.23/1999 dimana tertulis sebagai lembaga independen ini, pihak lain dilarang melakukan segala bentuk campur tangan terhadap pelaksanaan tugas BI, dan BI wajib menolak dan/atau mengabaikan segala bentuk campur tangan dari pihak manapun dalam rangka pelaksanaan tugasnya. (*)
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More
Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More
Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More