Ilustrasi: Pergerakan harga saham. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025 berakhir ditutup berbalik ke zona merah pada level 8.271,72 atau melemah tipis 0,03 persen dari level 8.274,35.
Padahal, IHSG hingga perdagangan sesi I masih bergerak hijau dan sempat menyentuh All Time High (ATH) baru di posisi 8.351,05. Namun memasuki sesi II pergerakannya mulai menurun dan berakhir ditutup merah.
Meski begitu, beberapa indeks dalam negeri mampu bergerak positif. Rincianya, IDX30 naik 0,22 persen menjadi 434,30 dan Sri-Kehati menguat 1,08 persen menjadi 379,52. Sedangkan, LQ45 flat di 828,10 dan JII melemah 0,55 persen menjadi 573,78.
Baca juga: Anak Usaha Erajaya Bicara Soal Peluang IPO
Salah satu indeks lainnya, yakni indeks INFOBANK15 yang mengukur kinerja harga dari 15 saham perbankan dengan faktor fundamental yang baik dan likuiditas perdagangan yang tinggi turut mengalami penguatan 1,09 persen ke posisi 1.028,5.
Berdasarkan hal tersebut, mayoritas saham bank dalam indeks INFOBANK15 mengalami pergerakan yang menguat, antara lain:
Baca juga: Bukalapak Mau Buyback Saham Lagi, Segini Nilainya
Sementara itu, beberapa saham mengalami pelemahan, diantaranya adalah:
Adapun, saham sisanya bergerak stagnan, dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) di level Rp1.705, PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) flat pada level Rp1.355, PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) di posisi Rp830, dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) di level Rp226. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting DEN mendorong deregulasi untuk menarik relokasi rantai pasok global dan memaksimalkan investasi masuk… Read More
Poin Penting PINTAR BI menjadi satu-satunya kanal resmi pemesanan tukar uang baru 2026 dengan batas… Read More
Poin Penting Netty soroti pesangon eks pekerja Merpati belum tuntas, bahkan diganti surat pengakuan utang… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah 0,25% ke 8.289,08 jelang RDG Bank Indonesia, setelah dibuka… Read More
Poin Penting Prabowo klaim Indonesia lebih dulu terapkan efisiensi anggaran dibanding AS, dengan penghematan mencapai… Read More
Poin Penting Dewan Ekonomi Nasional mencatat kredit perbankan (termasuk BPR) hanya tumbuh 7,9 persen yoy,… Read More