Market Update

Indeks INFOBANK15 Menguat di Tengah Pelemahan IHSG

Poin Penting

  • IHSG ditutup turun 0,46 persen ke level 8.951,01, namun mayoritas indeks domestik masih menguat, termasuk IDX30, JII, Sri-Kehati, dan INFOBANK15.
  • Indeks INFOBANK15 naik ke posisi 1.039,8, didorong penguatan saham perbankan besar seperti BRIS, BTPS, BBRI, BBNI, dan BMRI
  • Sejumlah saham bank juga tercatat melemah, dipimpin BANK yang turun 6,25 persen, sementara BBCA dan BBTN ditutup stagnan.

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat, 23 Januari 2026 ditutup melemah 0,46 persen ke posisi 8.951,01.

Meski demikian, mayoritas indeks dalam negeri masih tercatat menguat dengan IDX30 yang mengalami naik 0,15 persen menjadi 448,96.

Kemudian, indeks JII terpantau meningkat 0,01 persen menjadi 607,19, dan Sri-Kehati menguat 0,51 persen menjadi 388,29. Sedangkan, LQ45 turun 0,17 persen ke 873,59.

Baca juga: Deretan Saham Pemberat IHSG Sepekan, Ada BBCA, AMMN, hingga GOTO

Salah satu indeks lainnya, yakni indeks INFOBANK15 yang mengukur kinerja harga dari 15 saham perbankan dengan faktor fundamental yang baik dan likuiditas perdagangan turut mengalami penguatan 0,22 persen ke posisi 1.039,8.

Lalu, saham bank apa saja dalam Indeks INFOBANK15 yang mengalami penguatan? Berikut daftarnya

  • PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) meningkat 1,35 persen pada level Rp2.250
  • PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) naik 1,20 persen ke posisi Rp1.265
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,05 persen pada level Rp3.850
  • PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) meningkat 0,34 persen di level Rp1.465
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) naik 0,22 persen di level Rp4.600
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 0,20 persen di posisi Rp4.990.
Baca juga: IHSG Sepekan Terkoreksi 1,37 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp16.244 Triliun

Tak hanya menguat, ada juga saham bank dalam indeks INFOBANK15 yang mengalami pelemahan, berikut rinciannya:

  • PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 6,25 persen menjadi turun ke level Rp750 per saham
  • PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) merosot 1,65 persen ke level Rp238
  • PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) melemah 0,89 persen ke posisi Rp1.115
  • PT Bank Jago Tbk (ARTO) turun 0,78 persen di level Rp1.910
  • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) merosot 0,60 persen di posisi Rp830
  • PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melemah 0,39 persen pada level Rp2.570
  • PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) turun 0,27 persen pada level Rp1.860.

Adapun, dua saham sisanya ditutup stagnan, dengan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) flat ke posisi Rp7.650 dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) pada posisi Rp1.230. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

8 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

13 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

13 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

14 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

14 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

14 hours ago