Jakarta–Laju saham perbankan masih tercatat positif atau bergerak layaknya anak tangga sampai dengan Oktober 2016. Hal tersebut bisa dilihat dari posisi Indeks acuan saham perbankan (indeks infobank15) yang naik sebanyak 16,62% years to date (YTD) dari level 524,79 ke level 612,01. Sebelumnya, posisi indeks infobank15 pada akhir September 2016 bertengger di level 610,61 atau naik YTD 16,35%.
Kenaikan tersebut sejalan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga naik YTD 18,06% ke level 5,522.54, seiring derasnya aliran dana asing yang masuk ke pasar modal.
Kenaikan indeks infobank15 sendiri masih dikarenakan cukup positifnya kinerja keuangan perbankan sampai triwulan III-2016, khususnya saham-saham unggulan. Sentimen positif tersebut pun dimanfaatkan investor dengan melakukan aksi beli.
Infobank mencatat pada bulan Oktober 2016, transaksi investor di pasar modal dari sisi value paling besar terjadi di industri keuangan sebesar 21,5%, dimana di dalam insutri tersebut mayoritas adalah saham sektor perbankan. Kemudian disusul industri properti 16%, dan tambang 13,9%. Sementara sisanya rata keberbagai industri seperti perdagangan, jasa, investasi, konsumer, infrastruktur dan lain-lain.
(Baca juga: Saham Bank Setelah Tax Amnesty)
Poin Penting DBS Indonesia meningkatkan pendanaan channeling ke Kredivo menjadi Rp3 triliun, sejalan dengan pertumbuhan… Read More
Poin Penting Adira Finance dan Danamon memulai Road to IIMS Jakarta 2026 lewat aktivasi CFD… Read More
Poin Penting Tekanan pasar terkonsentrasi pada saham terdampak kebijakan MSCI dan percepatan reformasi OJK, sementara… Read More
Poin Penting Danantara aktif sebagai investor pasar saham Indonesia dan menilai valuasi saham domestik masih… Read More
Poin Penting Allianz mencatat klaim asuransi di Bali mencapai Rp22 miliar sepanjang 2025, didominasi kerusakan… Read More
Poin Penting HSG ambruk 4,88 persen ke level 7.922,73 pada perdagangan 2 Februari 2026, dengan… Read More