Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) secara umum nasional mengalami peningkatan sebesar 0,27% pada November 2022. Adapun, tingkat IHPB tahun ke tahun (November 2022 terhadap November 2021) sebesar 5,75% dan IHPB tahun kalender (November 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 4,98%.
“Kenaikan IHPB tertinggi terjadi pada sektor pertanian sebesar 2,57% secara mtm,” kata Setianto, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Kamis, 1 Desember2022.
Kemudian, sektor industri pertambangan dan penggalian naik sebesar 0,37% mtm dan sektor industri sebesar 0,24% mtm.
Sedangkan, IHPB kontruksi pada November 2022 mengalami kenaikan sebesar 0,02% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Adapun, tingkat IHPB kontruksi tahun ke tahun (November 2022 terhadap November 2021) sebesar 7,08% dan IHPB konstruksi tahun kalender (November 2022 terhadap Desember 2021) sebesar 6,47%.
“Utamanya kenaikan IHPB bangunan/konstruksi didorong oleh kelompok bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan dan Pelabuhan yang mengalami kenaikan tertinggi 9,64% yoy,” jelasnya.
Kemudian, bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 7,19% yoy, bangunan dan instalasi listrik, gas, air minum, dan komunikasi sebesar 6,24% yoy, bangunan lainnya sebesar 5,38% yoy dan bangunan tempat tinggal dan bukan tempat tinggal 4,82% yoy.
“Kenaikan bahan bangunan/kontruksi yang terjadi pada bulan November 2022 disebabkan oleh kenaikan solar, aspal, dan pasir. Namun demikian, terjadi penurunan di beberapa komponen seperti besi beton, rangka atap baja, dan besi konstruksi bangunan,” ungkap Setianto. (*)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More