Ilustrasi: Tambang batu bara. (Foto: istimewa)
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) secara umum nasional pada Januari 2024 sebesar 0,24 persen secara bulanan (mtm).
Adapun, tingkat IHPB secara tahunan (yoy) sebesar 2,80 persen dan secara tahun kalender (Januari 2024 terhadap Desember 2023) 0,24 persen.
Berdasarkan sektor secara bulanan, inflasi HPB Januari 2024 terjadi pada semua sektor. Dengan kenaikan terbesar terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 0,90 persen.
Baca juga: BPS Catat Inflasi 0,04 Persen di Januari 2024, Sektor Ini jadi Penyumbang Terbesar
“Sektor yang paling dominan menyumbang andil adalah sektor industri dengan andil 0,51 persen,” kata Plt. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rilis BPS, Kamis, 1 Februari 2024.
Sedangkan, IHPB bangunan/konstruksi pada Januari 2024 mengalami deflasi sebesar -0,11 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Adapun, tingkat HPB kontruksi secara tahunan sebesar 0,42 persen.
Pada Januari 2024 secara bulanan tertinggi terjadi, kecuali pada kelompok bangunan pekerjan umum untuk jalan, jembatan dan pelabuhan yang mengalami deflasi sebesar 0,46 persen.
Baca juga: Mendag Optimis Surplus Neraca Perdagangan RI Berlanjut di 2024
“Inflasi IHPB kelompok bangunan/konstruksi terjadi pada kelompok bangunan pekerjaan umum untuk pertanian sebesar 0,23 persen. Sedangkan, inflasi terendah terjadi pada kelompok bangunan lainnya sebesar 0,06 persen,” jelasnya.
Kemudian, komoditas bahan bangunan yang mengalami perubahan indeks harga pada Januari 2024 antara lain, pasir naik sebesar 0,05 persen, semen 0,03 persen dan batu kerikil/koral 0,02 persen. Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan yaitu aspal turun -0,01 persen, besi beton -0,02 persen, dan solar -0,24 persen. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More