Moneter dan Fiskal

Indeks Harga Perdagangan Besar di November Naik 0,26 Persen

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) secara umum nasional pada November 2024 mengalami inflasi sebesar 0,26 persen secara bulanan (mtm). 

Adapun tingkat IHPB secara tahunan (yoy) terjadi inflasi sebesar 1,96 persen dan secara tahun kalender (November 2024 terhadap Desember 2023) 1,58 persen.

Berdasarkan sektor secara bulanan, inflasi IHPB November 2024 terjadi pada sektor pertanian dan industri masing-masing sebesar 0,89 dan 0,112 persen.

“Sementara, sektor pertambangan dan penggalian mengalami deflasi IHPB sebesr 0,21 persen dengan andil 0,10 persen,” ujar Plt. Kepala BPS Amalia Widyasanti, Senin, 2 Desember 2024.

Baca juga: Investor Simak! Sejumlah Sentimen Ini Bakal Pengaruhi Gerak IHSG

Sedangkan, IHPB bangunan/konstruksi pada November 2024 mengalami inflasi sebesar 0,20 persen mtm dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Adapun tingkat IHPB kontruksi secara tahunan sebesar 0,52 persen yoy dan secara tahun kalender (November 2024 terhadap Desember 2023) 0,61 persen.

Amalia menjelaskan, pada November 2024 secara bulanan seluruh kelompok jenis bangunan mengalami inflasi. Kenaikan terbesar terjadi di kelompok bangunan pekerjaan umum untuk jalan, jembatan, dan pelabuhan sebesar 0,24 persen.

Baca juga: Bos BI Wanti-Wanti 5 Tantangan Global di 2025 dan 2026, Pasca Terpilihnya Trump

Kemudian, komoditas bahan bangunan yang mengalami perubahan indeks harga pada November 2024 yang mengalami kenaikan antara lain, semen sebesar 0,08 persen, solar sebesar 0,06 persen, pasir 0,02 persen.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan, yaitu kaca lembaran turun sebesar 0,00 persen, batu kerikil/koral -0,01, serta besi beton -0,01 persen. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

2 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

11 mins ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

31 mins ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

34 mins ago

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More

49 mins ago

CEO Infobank: Jual Beli Kendaraan STNK Only Ilegal dan Berisiko Pidana

Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More

58 mins ago