Moneter dan Fiskal

Indeks Dolar AS Cetak Level Tertinggi, Rupiah Diproyeksi Masih Melemah

Jakarta – Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), seiring dengan indeks dolar AS (DXY) yang mencetak level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, indeks dolar AS berada di dalam level tertinggi setelah dua tahun terakhir yaitu di level 109,96 pada Jumat lalu dan 109,65 pada Senin, 13 Januari 2025, pagi.

“Indeks dolar AS mencetak level tertinggi baru dalam dua tahun di kisaran 109,96 pada hari Jumat kemarin. Dan pagi ini bergerak di kisaran 109,65,” kata Ariston kepada Infobanknews, Senin, 13 Januari 2025.

Baca juga: Dolar Makin Perkasa, Rupiah Diprediksi Masih Melemah

Ariston menjelaskan, kenaikan indeks dolar tersebut didukung oleh data tenaga kerja AS Non-Farm Payrolls (NFP) Desember 2024 yang dirilis Jumat malam kemarin sebanyak 256 ribu, dibandingkan bulan sebelumnya 212 ribu.

Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1 persen, dibandingkan bulan sebelumnya 4,2 persen. Sehingga memicu bank sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed) menahan suku bunga acuannya lebih lama.

“Solidnya data tenaga kerja bisa memicu the Fed menahan diri tidak memangkas suku bunga acuannya lagi sehingga ekspektasi ini mendorong kenaikan dolar AS,” jelas Ariston.

Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Cermati 4 Saham Ini!

Adapun rupiah hari ini diperkirakan akan berada di kisaran Rp16.250 per dolar AS.

“Jadi karena ekspektasi di atas pula, peluang pelemahan rupiah hari ini terbuka ke arah Rp16.250. Dengan potensi support di kisaran Rp16.150,” ungkapnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

PMI 53,8: Sirkus Musiman yang Dipuji Purbaya di Istana Sebagai Mukjizat

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minggu… Read More

2 hours ago

Pergerakan Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Koreksi IHSG

Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More

14 hours ago

Banyak Orang Indonesia Gagal Menabung karena Pola Keuangan Salah, Ini Solusinya

Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More

14 hours ago

Berikut 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More

14 hours ago

IHSG Sepekan Melemah Hampir 6 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.678 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More

14 hours ago

LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More

14 hours ago