Moneter dan Fiskal

INDEF: Stimulus Ekonomi Tak Cukup Genjot Ekonomi RI di 2025

Jakarta – Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto menyatakan stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah masih kurang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

Eko menjelaskan, stimulus ekonomi dari pemerintah diberikan terlalu luas untuk berbagai aspek. Menurutnya, kebijakan tersebut harus berfokus ke beberapa aspek saja, misalnya, menjaga daya beli, penciptaan lapangan kerja, dan stabilitas harga.

“Masalahnya stimulus kita itu banyak jenisnya, kurang duitnya gitu kan. Jadi Rp20 triliun, ini bukan berarti angka kecil itu ya. Tapi masalahnya disebar ke terlalu banyak aspek. Harusnya dia hanya 3 aja deh gitu. Apa itu? Perbaiki daya beli, ciptakan lapangan kerja, jaga stabilitas harga, yang lainnya udah biarkan mekanisme pasar yang bekerja,” ujar Eko kepada awak media di acara Talk Show 30 Tahun INDEF, Kamis, 14 Agustus 2025.

Baca juga: INDEF Pesimistis Ekonomi RI Bisa Tumbuh 5 Persen di Akhir 2025

Dia menilai paket stimulus ekonomi yang diberikan saat momentum liburan, seperti diskon tiket pesawat, kereta api, hingga tarif tol memang mendorong pertumbuhan, namun tidak berkelanjutan.

“Liburan dikasih stimulus yang memang bisa meningkatkan ekonomi tapi nggak sustain gitu. Tapi kalau yang bisa menciptakan lapangan kerja langsung, misalkan industri yang dikasih stimulus. Beda rasanya gitu ya, ekonomi akan beda gitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp10,8 triliun untuk stimulus ekonomi pada kuartal III 2025 guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Ekonom Yakini Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Versi BPS Valid, Ini Alasannya

“Masih ada Rp10,8 triliun stimulus aktivitas ekonomi yang akan terlaksana di triwulan III, yang kita harapkan juga akan memberikan momentum pada bulan Juli yang baru saja kita lewati dan nanti di bulan Agustus ini diharapkan momentumnya tetap terjaga,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025, dikutip, Rabu 6 Agustus 2025.

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan belanja pemerintah mulai meningkat pada kuartal III 2025 dan diprediksi dapat mendorong serta menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Adapun pada kuartal II 2025, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp24,44 triliun untuk berbagai program stimulus ekonomi. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

1 hour ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

2 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

3 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

4 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

4 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

5 hours ago