News Update

INDEF: Progam Vokasi Pemerintah Belum Maksimal

Jakarta– Pemerintah dinilai masih belum maksimal menjalankan program vokasi melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk atasi angka pengangguran, hal itu tercermin dari kebijakan pemerintah yang belum tepat sasaran.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam Diskusi Publik Merespons Forum Ekonomi Dunia 2018 – Tantangan Penurunan Ketimpangan Ketenagakerjaan di Cafe Tjikini Lima, Jakarta.

“Program pemerintah belum sampai ke ujung tombak sasaran. Akses tenaga kerja kita agar dapat pelatihan masih minim sekali,” ungkap Enny di Cafe Tjikini Lima Jakarta, Selasa 23 Januari 2018.

Enny mengungkapkan, pemanfaatan Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah juga masih minin fasilitas. Terlebih, beberapa peserta yang telah melakukan pelatihan di BLK tersebut tidak dapat menjadi jaminan untuk memperoleh pekerjaan, sehingga menimbulkan pengangguran. Oleh karena itu pemerintah diharap dapat mengkaji ulang program pelatihan dalam bentuk vokasi tersebut.

“Yang harus dievaluasi, 87 persen BLK itu adanya di kota bukan di pedalaman daerah. Artinya, program vokasi harus didesain betul,” tambah Enny.

Selain itu, Pemerintah daerah (Pemda) juga diminta untuk aktif dalam mengembangkan balai pelatihan tersebut. Para Pemda diminta untuk tanggap melihat potensi di daerahnya agar para masyarakat dapat bekerja dengan efektif sesuai dengan kemampuan bidangnya.

“Maka tenaga-tenaga yang disiapkan harus sesuai dengan potensi. Pelatihan dan BKL di daerah harus sesuai dengan sektor ekonomi yang bisa dikembangkan di daerah itu,” tukas Enny.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pada 2017 telah terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10 ribu orang menjadi yang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017 dari Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

3 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

6 hours ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

12 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

12 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

13 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

15 hours ago