Moneter dan Fiskal

INDEF Bagikan Jurus Agar RI Keluar dari Jebakan Ekonomi 5 Persen

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menyampaikan sejumlah saran kebijakan agar Indonesia keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi 5 persen.

Menurut Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto, untuk mengatasi stagnasi pertumbuhan ekonomi 5 persen yang terjadi selama bertahun-tahun pemerintah harus mengeluarkan kebijakan jangka pendek, tahunan, hingga menengah.

Game changer untuk bisa mengatasi stagnasi pertumbuhan ekonomi kita yang hanya 5 persen, kita punya presiden baru punya asta cita. Ada banyak narasi yang cukup kuat untuk menggambarkan bagaimana kita mencoba untuk menjadi negara maju. Itu hal positif,” kata Eko dalam Diskusi Publik-Ambisi Pertumbuhan Ekonomi 8 persen, Realistiskah?, Senin, 18 November 2024.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Ekonomi RI Capai 5,3 Persen di Kuartal IV 2024

Untuk jangka pendek, lanjut Eko, selama 100 hari pemerintahan Prabowo harus bisa memperbaiki daya beli masyarakat. Di mana pertumbuhan konsumsi rumah tangga harus bisa melampaui pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, mencegah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), atau minimal tidak menambah jumlah PHK. Serta, implementasi efektif Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Memang dalam jangka pendek atau 100 hari itu tidak mudah juga, tapi setidaknya PHK-PHK ke depan bisa lebih dihindari. Salah satunya, jangan dinaikin administered price, ditunda dulu, kemudian ekonomi akan membaik,” jelasnya.

Baca juga: Begini Dampak Kenaikan UMP 10 Persen Terhadap Ekonomi RI

Kemudian, kebijakan tahunan, yakni memastikan dukungan likuiditas bgi pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi dan penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), dan peningkatan kinerja sektor industri.

Dari sisi jangka menengah, pemerintah harus melakukan perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), swasembada pangan dan energi, dan peningkatan akses layanan dasar, rumah, air, serta sanitasi. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Purbaya Tanggapi Investigasi Dagang AS: Surplus Indonesia Hal Wajar

Poin Penting Menkeu Purbaya menilai investigasi perdagangan AS terhadap Indonesia merupakan hal biasa dalam dinamika… Read More

34 mins ago

Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Energi, Pengamat Minta Publik Tak Panic Buying BBM

Poin Penting Pengamat menilai ketahanan energi Indonesia cukup kuat menghadapi gejolak geopolitik di Timur Tengah.… Read More

44 mins ago

Transaksi Emas KTA iB Multiguna Dorong Pertumbuhan Bisnis Syariah Permata Bank

Poin Penting Minat masyarakat terhadap investasi emas meningkat dan turut mendorong pertumbuhan bisnis Unit Usaha… Read More

1 hour ago

Soal Defisit APBN di Atas 3 Persen, Purbaya Masih Hitung Dampaknya

Poin Penting Purbaya menyatakan pemerintah masih mengkaji kemungkinan pelebaran defisit APBN di atas 3 persen… Read More

1 hour ago

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp185,3 Triliun di Februari 2026

Poin Penting Utang baru Rp185,3 triliun telah ditarik pemerintah hingga Februari 2026, setara 22,3 persen… Read More

1 hour ago

OJK: Pelemahan Rupiah Tak Banyak Berdampak ke Neraca Bank

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menilai pelemahan rupiah minim dampak ke neraca bank, PDN hanya… Read More

2 hours ago