Poin Penting
Jakarta – PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) menandatangani kerja sama dengan PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna). Kerja sama ini terkait penyediaan produk kredit multiguna untuk pensiunan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Bank Capital untuk memperkuat layanan pembiayaan ritel yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilakukan oleh Direktur Digital & Consumer Banking Bank Capital Febriyanti Ika Sari, bersama Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna Henky Suryaputra dan Chief ESME Bisnis Bank Sampoerna Rudy Mahasin di Gedung Bank Capital Learning Center, Jakarta, Jum’at, 12 Desember 2025.
Baca juga: Sinergi Bank Mandiri Taspen dan Allianz Life Jaga Kesehatan para Pensiunan
Peresmian kerja sama ini juga dihadiri oleh Direktur Utama Bank Capital Kurniawan Halim dan Direktur Utama Bank Sampoerna Ali Rukmijah.
Di kesempatan itu, Kurniawan Halim mengatakan, kerja sama pembiayaan ritel ini menjadi komitmen Bank Capital dalam mengembangkan jasa keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kebutuhan nasabah di era digital.
Baca juga: Komitmen Bank Sahabat Sampoerna Memajukan UMKM
“Prospek bisnis pensiunan di Indonesia sangat menjanjikan, dan kami bangga menjadi bagian dari bisnis yang berkelanjutan ini. Ditambah lagi, seluruh program penyaluran kredit pensiun di Bank Capital telah kami lakukan secara digital, menjamin kecepatan, ketepatan, dan kemudahan bagi para pensiunan,” paparnya.
Dari sisi kinerja, hingga kuartal III 2025, Bank Capital tercatat membukukan kinerja solid. Penyaluran kredit tumbuh 30 persen year on year (yoy), atau menjadi Rp10,2 triliun.
Emiten perbankan berkode saham BACA ini pun berhasil mengantongi laba sebesar Rp62,77 miliar. (*) Ari Astriawan
Poin Penting Regulasi keamanan siber Indonesia dinilai sudah kuat dan setara standar global, mencakup kripto,… Read More
Poin Penting Saham TUGU naik 15% sejak awal 2026 ke level Rp1.340, outperform dibandingkan IHSG… Read More
Poin Penting Chief Economist Bank Permata memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 di kisaran 8–10 persen, sejalan… Read More
Perubahan ekspektasi pelanggan dalam industri Energy & Public Utilities kini semakin nyata, di mana masyarakat… Read More
Poin Penting IAI luncurkan ISRF untuk memperkuat pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dan kredibel Dorong standar… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya menyebut peluang pembayaran utang KCIC Whoosh menggunakan APBN masih 50:50 dan… Read More