Jakarta–Zurich Topas Life meluncurkan produk baru untuk menyasar para milenial yang membutuhkan perencanaan keuangan dan perlindungan diri yang matang. Produk baru tersebut adalah Zurich Proteksi 8 yang mulai dijual pada hari ini, Senin, 14 Agustus 2017.
Peter Huber, Presiden Direktur Zurich Topas Life mengatakan, produk ini ditawarkan dengan berbagai kelebihan. Di antaranya adalah premi yang terjangkau dan pengembalian premi sebesar 108 persen setelah 8 tahun masa perlindungan. Melalui produk ini, perusahaan ingin menembus pasar konsumen di usia 18-30 tahun.
“Di usia ini, milenial baru saja merintis kariernya. Risiko seringkali terlupkan, terutama konsumsi akan informasi perencanaan keuangan atau proteksi masih rendah di kalangan mereka,” ujarnya pada keterangan resminya.
Baca juga: Sasar UKM, Zurich Tekankan Pentingnya Berasuransi
Menurut Peter, perusahaan memasuki pasar ini karena peluang untuk meningkatkan kesadaran proteksi milenial melalui produk yang tepat. Produk inovatif dan memiliki tenor yang pendek, 8 tahun, dan premi yang terjangkau sangat cocok dengan karakter milenial.
Peluncuran produk ini juga mempertegas komitmen perusahaan untuk meningkatkan edukasi risiko dan proteksi kepada masyarakat secara berkelanjutan.
“Edukasi adalah kunci untuk menjebatani kesenjangan proteksi di Indonesia. Kami akan terus mengedukasi pasar akan pentingnya proteksi. Lewat produk ini, kami ingin milenial memproteksi diri dari risiko agar mereka bisa fokus mengejar mimpi dan menjalani passion dengan percaya diri,” tutupnya. (*) Indra Haryono
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More
Poin Penting: Ketua Banggar DPR menolak pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani masyarakat kecil. Penyesuaian… Read More