News Update

Incar Kinerja Lebih Kinclong, MNC Bank Tambah Direktur

Jakarta – Pandemi Covid-19 global sepanjang tahun 2020 membawa guncangan bagi perekonomian dan pasar keuangan internasional dan Indonesia sehingga menekan kinerja sektor riil dan meningkatnya pengangguran.

Pandemi ini juga berdampak pada meningkatnya beberapa potensi risiko, baik risiko likuiditas maupun kredit, yang dapat mengancam stabilitas sistem keuangan.

Oleh karena itu pemerintah dan regulator jasa keuangan telah mengeluarkan kebijakan yang forward looking dan countercyclical yang bertujuan mengurangi volatilitas pasar, memberikan ruang bagi sektor riil dan dapat bertahan, serta menjaga stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan.

Namun, untuk memulihkan perekonomian nasional tidak bisa hanya mengandalkan usaha dari pemerintah dan regulator semata. Dari perusahaan swasta hingga industri keuangan juga harus dapat mengeluarkan usaha yang luar biasa untuk memulihkan perekonomian nasional pada keadaan yang penuh tantangan saat ini.

Oleh karena itu, banyak pelaku industri keuangan yang berusaha menjalankan strategi terbaiknya termasuk unit bisnis dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) atau MNC Financial Services, yaitu PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) atau MNC Bank. Salah satu strategi yang dijalankan MNC Bank pada tahun 2021 ini untuk mendongkrak kinerja bisnis sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi nasional adalah pengangkatan direktur bisnis baru pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

RUPSLB pada awal Februari 2021 tersebut berjalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Pemegang saham memutuskan untuk menyetujui pengangkatan Denny Setiawan Hanubrata sebagai Direktur Bisnis MNC Bank dengan memperhatikan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 33/POJK.04/2014 tentang DIreksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

“Bapak Denny memiliki track record yang baik. Karena itu, kami yakin bisnis MNC Bank akan tumbuh lebih pesat dan luas dengan penambahan kekuatan manajemen ini. Dengan begitu, roda bisnis yang mendorong pemulihan ekonomi nasional dapat berputar lebih cepat,” ungkap Presiden Direktur MNC Bank Mahdan setelah penyelenggaraan RUPSLB di Jakarta pada Rabu (3/2).

Mahdan menambahkan, MNC Bank sebagai unit usaha dari MNC Financial Services yang berada di bawah naungan MNC Group, yakin bahwa potensi bisnis Indonesia di tahun 2021 ini akan tumbuh pesat. Oleh karena itu, saat ini adalah momentum baik untuk menambah kekuatan anggota direksi sehingga dapat mengakomodir kebutuhan serta potensi tersebut dan menjaga kualitas dari kredit yang disalurkan.

Perlu diketahui bahwa Denny Setiawan Hanubrata, yang biasa disapa dengan nama Denny, merupakan salah satu bankir yang sudah berpengalaman luas di sisi bisnis perbankan. Memulai karir di Bank Bali sejak 1996, beliau juga memiliki pengalaman ekstensif pada Bank Chinatrust Indonesia, Bank Permata, Bank DBS Indonesia, Bank UOB Indonesia, dan terakhir sebagai Business Director di Bank OKE Indonesia sebelum bergabung dengan MNC Bank. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

2 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

11 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

11 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

12 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

13 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

13 hours ago