Jakarta–PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) menerbitkan promissory note bertahap dengan nilai maksimum Rp400 miliar.
Promissory note tersebut selanjutnya diserap seluruhnya oleh The Saikyo Bank, Ltd. (Saikyo Bank) yang berpusat di Shunan, Jepang. Perjanjian Penerbitan Promissory Note (PN) J Trust Bank kepada Saikyo Bank telah ditandatangani kedua pihak pada 10 Juni 2016.
Menurut Direktur Utama J Trust Bank Ahmad Fajar, penerbitan promissory note tersebut merupakan upaya manajemen untuk meningkatkan porsi dana murah perseroan. “Sehingga biaya dana bisa turun dalam mendukung kebijakan penurunan suku bunga kredit sesuai dengan imbauan regulator,” tukasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis, 30 Juni 2016.
Sementara itu Ritsuo Ando, Direktur Bisnis J Trust Bank mengungkapkan keyakinannya bahwa ke depan perseroan dapat menjalin kerja sama dengan bank-bank dan perusahaan Jepang lainnya. Kerja sama yang terjalin pun tidak hanya terbatas pada funding-lending saja, tetapi juga hubungan kemitraan yang dapat membuka kesempatan bisnis di Indonesia.
Manajemen J Trust Bank optimistis kolaborasi perseroan dengan Saikyo Bank akan menguntungkan kedua pihak. Kedepannya, J Trust Bank akan terus menghadirkan kolaborasi yang inovatif, dengan memanfaatkan potensi jaringan bisnis dan keunggulan setiap anak perusahaan J Trust Group. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More