Categories: Snapshot

InaSH dan Omron Dorong Kesadaran Hipertensi

(Kiri ke kanan) dr. Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia atau Indonesian Society of Hypertension (InaSH); Yoshiaki Nishiyabu, Marketing Director, PT. Omron Healthcare Indonesia; Aria Verdin, Commercial Manager, PT. Omron Healthcare Indonesia dan dr. Bambang Widyantoro, Sp.JP, PhD, Ketua Panitia “May Measurement Month” tahun 2017 dan 2018 berbincang – bincang  termasuk mengenai alat pengukur tekanan darah digital Omron HEM 7600T di Jakarta (7/8/2018). Omron Healthcare Indonesia dan Indonesian Society of Hypertension bermitra untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap penyakit hipertensi di Indonesia. Salah satunya melalui kampanye “Bulan Tekanan Darah/May Measurement Month” dan gerakan mengukur tekanan darah secara rutin di rumah (home monitoring). (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

10 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

10 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

15 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

15 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

19 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

21 hours ago