Ekonomi dan Bisnis

INA dan Granite Asia Siapkan Dana Segar Rp18,9 Triliun, Ini Tujuannya

Jakarta – Indonesia Investment Authority (INA) dan Granite Asia, perusahaan investasi multi-aset terkemuka mengucurkan dana sebesar USD1,2 miliar atau setara Rp18,9 triliun (kurs Rp15.750) untuk investasi di pelbagai proyek teknologi di Indonesia.

Investasi yang dituangkan dalam Investment Framework Agreement (IFA) ini mencakup ekuitas dan hybrid capital solutions dengan fokus utama pada pelaku usaha di Indonesia dan Nexus Indonesia, baik melalui operasi yang sudah ada atau memperkenalkan teknologi yang bermanfaat bagi pasar lokal dalam jangka panjang.

Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah mengatakan, pendekatan multi-aset ini membuat INA dan Granite Asia dapat menawarkan solusi pendanaan yang disesuaikan bagi bisnis di berbagai tahap pengembangan, mendorong inovasi dan mengoptimalkan imbal hasil, yang disesuaikan dengan risiko bagi investor. 

Menurutnya, dengan memanfaatkan ekuitas dan hybrid capital solutions, kemitraan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan yang melampaui pinjaman bank konvensional.

Baca juga : Bank Indonesia dan MAS Perpanjang Kerja Sama Keuangan Bilateral hingga 2027

Utamanya, bagi perusahaan berbasis teknologi yang memerlukan modal fleksibel dan terukur, serta bagi bisnis tradisional yang sedang menjalani transformasi teknologi dan mengejar pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kami sangat antusias bermitra dengan Granite Asia, investor terkemuka dengan rekam jejak 24 tahun yang luar biasa dalam investasi teknologi. Keahlian mendalam mereka dalam bisnis berbasis teknologi selaras dengan prioritas strategis INA untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia,” katanya, dikutip Senin, 4 November 2024.

Kemitraan strategis ini juga menjadikan pihaknya memperkenalkan teknologi transformatif ke Indonesia, memfasilitasi transformasi digital di sektor-sektor utama, dan memperkuat ekosistem teknologi yang lebih luas. 

Baca juga : Saham TUGU Naik Daun di Kuartal III 2024, Potensi Investasi Menarik hingga Akhir Tahun

“Bersama-sama, kami berupaya untuk membangun fondasi yang kuat bagi masa depan Indonesia dengan menghadirkan inovasi global terbaik yang akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi jangka panjang negara ini,” jelasnya.

Sementara, Senior Managing Partner Granite Asia Jenny Lee menambahkan, kolaborasi dengan INA memberikan kesempatan unik bagi perusahaan untuk memadukan keahlian global Granite Asia dalam investasi teknologi dengan wawasan lokal mendalam dan visi strategis INA untuk Indonesia. 

Pihaknya menilai, potensi besar dalam ekonomi dan ekosistem teknologi Indonesia yang berkembang pesat sehingga sangat antusias untuk bermitra dengan INA dalam mempercepat transformasi ini. 

Dengan memanfaatkan solusi ekuitas dan hybrid capital solution, pihaknya dapat menawarkan pendanaan yang disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan beragam bisnis di berbagai tahap perjalanan teknologi mereka. 

“Bersama-sama, kami akan mendorong inovasi, mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan membuka nilai jangka panjang bagi perekonomian Indonesia, membantu memposisikan negara ini sebagai pemimpin dalam masa depan berbasis teknologi di kawasan,” bebernya.

Dengan adanya kemitraan strategis ini, menegaskan dedikasi INA dalam mendorong inovasi dan digitalisasi melalui kerja sama dengan investor global untuk secara berkelanjutan memenuhi kebutuhan modal perekonomian Indonesia. 

Hal ini juga mencerminkan komitmen jangka panjang INA dan Granite Asia dalam mengoptimalkan potensi ekonomi Indonesia, memastikan negara ini tetap kompetitif dan siap menghadapi masa depan di tengah lanskap global yang semakin digerakkan oleh teknologi. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

OJK Setujui Penggabungan 4 BPR Menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari

Poin Penting OJK menyetujui merger empat BPR di Priangan Timur menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari… Read More

7 mins ago

Adu Laba BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI di 2025, Siapa Paling Cuan?

Poin Penting BCA tetap memimpin laba bersih – PT Bank Central Asia (BCA) mencatat laba… Read More

19 mins ago

OJK-Kemenkeu Kompak Tekan Bunga Kredit, Targetkan Lebih Rendah dari 8 Persen

Poin Penting OJK dan Kemenkeu berkoordinasi menurunkan bunga kredit melalui penempatan dana pemerintah dan pengendalian… Read More

26 mins ago

Perkuat Tata Kelola dan Etika Digital, BSI Raih ISO Global 27701:2019

Poin Penting BSI meraih sertifikasi internasional ISO 27701:2019 sebagai bukti komitmen memperkuat perlindungan data pribadi… Read More

49 mins ago

Bank Mandiri Proyeksikan BI Rate Dipangkas 2 Kali pada 2026

Poin Penting Bank Mandiri memproyeksikan BI Rate hanya dipangkas maksimal dua kali pada 2026 dengan… Read More

1 hour ago

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) meluncurkan PRUMapan, produkasuransi jiwa tradisional dengan Manfaat Dana Mapan… Read More

1 hour ago