Moneter dan Fiskal

Impor RI Tembus USD21,20 Miliar di Januari 2026, Naik 18,21 Persen

Poin Penting

  • Impor Januari 2026 naik 18,21 persen yoy menjadi USD21,20 miliar, didorong kenaikan impor nonmigas dengan andil 14,40 persen.
  • Impor migas melonjak 27,52 persen menjadi USD3,17 miliar, sementara nonmigas naik 16,71 persen menjadi USD18,04 miliar.
  • Bahan baku/penolong dominan USD14,88 miliar, disusul barang modal USD4,49 miliar dan konsumsi USD1,84 miliar.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan impor pada Januari 2026 sebesar USD21,20 miliar atau naik 18,21 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar USD17,94 miliar.

“Total nilai impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan impor nonmigas dengan andil 14,40 persen,” ujar Ateng Hartono, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, dalam Rilis BPS, Senin, 2 Maret 2026.

Ateng merinci, impor migas mengalami peningkatan sebesar 27,52 persen atau menjadi USD3,17 miliar, dibandingkan periode sebelumnya pada tahun yang lalu USD2,48 miliar. 

Baca juga: Neraca Perdagangan RI Januari 2026 Surplus USD0,95 Miliar, Nonmigas Jadi Penopang

Sementara itu, impor nonmigas mengalami kenaikan 16,71 persen menjadi USD18,04 miliar. Sebagai pembanding pada Januari 2025 impor nonmigas nilainya USD15,45 miliar.

Berdasarkan penggunaanya, pada Januari 2026 terjadi peningkatan pada seluruh golongan. Impor bahan baku/penolong sebagai penyumbang utama mencapai USD14,88 miliar atau naik 14,67 persen dengan andil 10,61 persen.

Baca juga: Ekspor RI Januari 2026 Naik 3,39 Persen Jadi USD22,16 Miliar

Kemudian, impor barang modal naik 35,23 persen atau senilai USD4,49 miliar. Selain itu impor barang konsumsi naik 11,81 persen atau USD1,84 miliar.

Berdasarkan negara dan kawasan tujuan utama impor, peningkatan nilai impor tertinggi terjadi dengan Tiongkok sebesar USD7,89 miliar, Australia USD1,07 miliar, dan Jepang USD0,95 miliar yang ketiganya memberikan share terhadap total impor Indonesia sebesar 54,92 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BGN Setop 47 Dapur MBG, Temukan Roti Berjamur hingga Lauk Basi

Poin Penting BGN menghentikan sementara 47 SPPG program MBG setelah ditemukan menu tidak memenuhi standar… Read More

2 mins ago

BRI Mau Gelar RUPST 10 April 2026, Siap Tebar Dividen Jumbo?

Poin Penting BRI akan menggelar RUPS Tahunan pada 10 April 2026, dengan pemanggilan resmi dilakukan… Read More

6 mins ago

Airlangga Ungkap Risiko Harga BBM Naik Akibat Perang Israel-AS vs Iran

Poin Penting Airlangga menyebut konflik AS-Israel-Iran berpotensi menaikkan harga BBM di Indonesia akibat gangguan suplai… Read More

16 mins ago

Affirmate Selesaikan Investasi di Anak Usaha MUFG Finance dan Leasing di RI

Poin Penting PT Affirmate Bisnis Nusantara (ABN) resmi menyelesaikan komitmen investasi pada PT BOT Finance… Read More

30 mins ago

Cara Upbit Indonesia Akselerasi Literasi Blockchain di Tanah Air

Poin Penting Upbit Indonesia dan IDNFT menggelar “Web3 on Campus” di empat kota, menjangkau ±1.000… Read More

38 mins ago

Tumbuh 11,81 Persen, Bank Jateng Kantongi Laba Rp1,42 T di 2025

Poin Penting Bank Jateng mencatat laba bersih Rp1,42 triliun pada 2025, tumbuh 11,81 persen yoy,… Read More

55 mins ago