Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah
Poin Penting
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan total impor Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2025 mencapai USD155,99 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan 2,05 persen secara kumulatif (ctc) dibandingkan periode sama pada 2024 yang sebesar USD152,85 miliar.
“Total nilai impor sepanjang Januari-Agustus 2025 naik sebesar 2,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor barang modal sebesar 3,12 persen,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2025.
Habibullah merinci, impor migas justru mengalami penurunan sebesar 12,82 persen atau menjadi USD21,11 miliar. Pada periode yang sama tahun lalu, nilai impor migas tercatat USD24,21 miliar.
Sebaliknya, impor nonmigas mengalami kenaikan sebesar 4,85 persen. Nilainya mencapai USD134,88 miliar, naik dari USD128,64 miliar pada Januari-Agustus 2024.
Baca juga: Akademisi IPB Soroti Impor Komoditas Pangan RI Melonjak Tajam
Berdasarkan penggunaannya, peningkatan utama impor berasal dari kategori barang modal. Total impor barang modal mencapai USD31,32 miliar atau naik 17,94 persen, dengan kontribusi terhadap total impor sebesar 3,12 persen.
“Impor barang-barang modal yang naik cukup besar yaitu mesin atau peralatan elektrik dan bagiannya, kapal perahu dan struktur terapung, serta kendaraan udara dan bagiannya,” jelas Habibullah.
Sementara itu, impor bahan baku penolong menurun 1,09 persen menjadi USD110,57 miliar. Impor barang konsumsi juga turun 2,58 persen menjadi USD14,09 miliar.
“Berdasarkan negara dan kawasan tujuan utama impor, peningkatan nilai impor tertinggi terjadi dengan Tiongkok, Jepang, dan AS. Sementara itu impor dari negara ASEAN dan Uni Eropa mengalami penurunan,” bebernya.
Baca juga: BPS Catat Impor RI Naik 3,41 Persen pada Januari-Juli 2025
Secara tahunan, nilai impor pada Agustus 2025 mencapai USD19,47 miliar atau turun 6,56 persen yoy dibandingkan tahun lalu pada periode sama yang sebesar USD20,84 miliar.
Adapun nilai impor migas tercatat USD2,73 miliar atau naik 3,17 persen yoy, sementara impor nonmigas menurun 7,98 persen dengan nilai USD16,74 miliar
“Total nilai impor mengalami peningkatan secara tahunan, utamanya didorong oleh peningkatan nilai impor nonmigas,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BGN menegaskan dana bahan baku MBG bukan Rp15.000, melainkan Rp8.000–Rp10.000 per porsi sesuai… Read More
Poin Penting PINTAR BI periode kedua untuk wilayah Jawa dibuka 24 Februari 2026 pukul 08.00… Read More
Poin Penting BI mengimbau penurunan suku bunga kredit, direspons PT Bank Central Asia Tbk (BCA)… Read More
Poin Penting Penundaan 105.000 mobil dinilai melindungi industri otomotif nasional dari dampak negatif impor CBU.… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) agresif perkuat wealth management lewat BTN… Read More
Poin Penting Dugaan serangan siber Bank Jambi dinilai berisiko memicu krisis kepercayaan terhadap perbankan daerah.… Read More