Perbankan

Implementasikan PEDAL, Bank Jateng Dapat Penghargaan dari KPK

Jakarta – Dalam rangka mendukung peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA), Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (PP. LHKPN) menggelar kegiatan Apresiasi Mitra KPK atas Implementasi Aplikasi PEDAL sebagai Media Pemberantasan Korupsi, Rabu 23 November 2022 di Gedung Pusat Edukasi Anti Korupsi KPK.

Pada acara tersebut Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) meraih penghargaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas implementasi aplikasi Pertukaran Data Elektronik (PEDAL) sebagai media pemberantasan korupsi yang diterima langsung oleh Ketua Umum Asbanda, Supriyatno.

Selanjutnya 13 anggota Asbanda yang salah satunya Bank Jateng juga memperoleh penghargaan tersebut dan diterima langsung oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng Aris Setiawan.

Direktur Utama Bank Jateng, Supriyatno yang juga Ketua Umum Asbanda sangat menyambut baik dengan diadakannya acara penyerahan Apresiasi yang diselenggarakan oleh KPK ini.

“Ini sebagai upaya untuk pencegahan terjadinya tindakan korupsi yang menggunakan lembaga keuangan sebagai media, termasuk Bank Pembangunan Daerah,” kata Supriyatno.

“BPD sebagai Bank yang ada di seluruh daerah di Indonesia, tentunya harus bisa mendeteksi, jangan menjadi sarana dalam melakukan tindakan korupsi di daerah,” imbuhnya.

Terdapat 27 BPD di seluruh Indonesia, yang umumnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah mempunyai peran yang sangat strategis, yaitu untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah.

Saait ini kinerja BPD seluruh Indonesia masih menunjukan pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai indikator yang berhasil dibukukan oleh BPD seluruh Indonesia.

“Hingga Juni 2022 total aset BPDSI mencapai Rp 913,67 triliun atau naik yoy sebesar 10,47% dari Rp 827,07 triliun. Kemudian untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) BPDSI mencapai Rp 731,71 triliun atau naik yoy sebesar 11,84% dari Rp 654,25 triliun. Begitu juga kredit yang disalurkan BPDSI mencapai Rp 535,84 triliun atau naik yoy sebesar 8,05% dari Rp 495,89 triliun. Dan Laba BPDSI meningkat yoy sebesar 12,07% menjadi Rp 7,52 triliun dari 6,71 triliun,” ujar Supriyatno.

“Dengan diberikannya apresiasi ini, diharapkan BPD dapat semakin meningkatkan kinerja, khususnya dalam rangka pemberantasan korupsi di seluruh wilayah Indonesia khususnya yang terjadi di masing-masing daerah,” pungkas Supriyatno. (*) Ranu

Apriyani

Recent Posts

Kasus Kredit Macet Sritex: Ironis, Kriminalisasi Bankir Ketika Kerugian Negara Belum Bisa Dihitung

Oleh Tim Infobank KREDIT macet tidak bisa masuk ranah pidana. Bahkan, dalam kesimpulan seminar Infobank… Read More

4 hours ago

Pameran Krista Interfood 2026 Tetap Digelar, Catat Lokasi dan Jadwal Terbaru

Poin Penting Krista Interfood 2026 dipastikan tetap digelar pada 4-7 November 2026 di NICE PIK… Read More

6 hours ago

Aset Kripto Makin Diminati, Pengguna Aktif PINTU Tumbuh 38 Persen di 2025

Poin Penting Pengguna aktif PINTU tumbuh 38% sepanjang 2025, didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi… Read More

10 hours ago

Cuaca Tak Menentu, Kinerja Fintech Lending Berpotensi Terganggu

Poin Penting Cuaca ekstrem dan bencana alam mendorong kenaikan risiko kredit fintech lending, tecermin dari… Read More

11 hours ago

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Poin Penting Bank Mandiri memperkuat peran sebagai agen pembangunan melalui dukungan terintegrasi UMKM, Bank Mandiri… Read More

12 hours ago

Allianz Syariah Gandeng BTPN Syariah Hadirkan Guardia RENCANA Syariah

Poin Penting Allianz Syariah dan BTPN Syariah menjalin kerja sama strategis dengan meluncurkan produk kolaborasi… Read More

24 hours ago