Jakarta–PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), mendorong bank anggota untuk menyiapkan fitur debit online. Pengembangan fitur debit tersebut sejalan dengan rencana Bank Indonesia (BI) yang akan melakukan interkoneksi dan interoperabilitas ATM dan Debit prinsipal domestik.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Bisnis Artajasa Anthoni Morris, di Jakarta, Senin, 19 Juni 2017. Menurutnya pengembangan fitur debit online tersebut sangat penting, mengingat semakin tingginya kesadaran masyarakat akan transaksi debit secara daring.
“Ini dapat mengakomodir setiap kebutuhan transaksi perbankan serta tren transaksi perbankan ke depan arahnya menuju ke mobile banking dan internet banking,” ujarnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa interkoneksi debit merupakan langkah awal yang akan segera diimplementasikan dalam rangka pelaksanaan National Payment Gateway (NPG). Oleh sebab itu, pihaknya mendorong bank anggota untuk menyiapkan fitur debit online.
“Tentunya kami sangat mengapresiasi rencana yang diiniasi Bank Indonesia ini demi memberikan kemudahan kepada masyarakat akan transaksi pembayaran yang efektif dan efisien,” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More
Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More
Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More
Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More