Perbankan

Implementasi GRC di Perbankan Tingkatkan Kepercayaan Konsumen dan Stabilitas Ekonomi

Jakarta – Industri perbankan memainkan peran penting dalam sistem perekonomian. Fungsi lembaga perbankan sebagai intermediasi dan penyimpan dana masyarakat memiliki kontribusi yang besar untuk menopang stabilitas perekonomian. Oleh karenanya, aspek trust atau kepercayaan tak bisa dianggap sepele oleh lembaga perbankan ketika menjalankan bisnisnya.

Penerapan governance, risk, and compliance (GRC) atau tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan lalu dinilai vital dalam menjalankan usaha perbankan.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo, mengungkapkan, implementasi GRC yang baik bukan hanya akan berdampak positif pada ekosistem ekonomi secara umum, namun juga memberikan keuntungan tersendiri bagi lembaga keuangan yang menjalankannya.

Baca juga: Dorong GCG, Sejumlah Manfaat Ini Telah Dirasakan Bank Mandiri

“Penerapan GRC yang baik akan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, seperti investor dan masyarakat umum. Penerapan GRC yang kuat bakal menjaga stabilitas pertumbuhan bisnis dan menjaga hubungan yang baik dengan para stakeholders,” ucap Kartika pada acara Sustainable State Owned Enterprise (SOE) dan Islamic Business Forum 2023 bertema “Boosting Up Sustainable Business through ESG and GRC: Babak Baru Spin-Off UUS” yang diadakan Infobank dan Asianpost bekerja sama dengan Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu, 27 September 2023.

Lebih lanjut, ia terangkan bahwa dengan menegakkan penerapan GRC, korporasi akan dibimbing dan dituntut untuk patuh pada regulasi hukum dan industri yang bersifat dinamis sesuai dengan perkembangan era.

“Kegagalan untuk menjalankan aspek kepatuhan akan menyebabkan lembaga keuangan terkait terkena denda, rusaknya reputasi, dan konsekuensi hukum,” jelas Kartika.

Sementara pada aspek manajemen risiko atau risk, Kartika menyatakan jika lembaga perbankan memiliki kepentingan untuk menjaga lembaganya dari segenap risiko yang ada, seperti pencurian data, penipuan atau penggelapan dokumen, dan aktivitas fraud lainnya. Penerapan GRC yang kuat efektif mencegah risiko-risiko terburuk, yang pada akhirnya berdampak positif pada peningkatan likuiditas atau aset lembaga keuangan.

“Penerapan GRC yang kokoh akan berkontribusi pada penguatan sistem keuangan dan ekonomi nasional, menjaga lembaga keuangan dari perbuatan tak etis, menjaga iklim persaingan bisnis yang seimbang, meminimalisasi disrupsi pasar, dan menopang pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga: Penerapan ES-GRC Dongkrak Kinerja Bisnis BSI, Ini Buktinya!

Ia juga katakan, Kementerian BUMN tak tinggal diam untuk memastikan penegakan GRC yang kuat di industri keuangan. Pada tahun lalu, pihaknya telah merilis Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor PER-5/MBU/09/2022 Tahun 2022 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Badan Usaha Milik Negara.

Dengan adanya regulasi tersebut, sistem pengendalian internal untuk manajemen risiko di lembaga keuangan milik BUMN diharapkan bisa terealisasi semakin baik ke depannya. Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Nasib Rupiah setelah Libur Lebaran di Tengah Perang dan Fiskal yang Bak di Tepi Jurang

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group LIBUR Lebaran tahun ini mungkin terasa… Read More

2 hours ago

Biar Nggak Tekor, Ini Cara Atur THR dan Jaga Kesehatan saat Lebaran

Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More

10 hours ago

BI Tetap Siaga di Pasar Jaga Rupiah selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More

12 hours ago

Dampak Perang Timur Tengah, BI Tarik Sinyal Penurunan Suku Bunga

Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More

13 hours ago

BSN Jalin Kerja Sama dengan Ekosistem Properti Syariah Indonesia

Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More

13 hours ago

Porsi Pembiayaan Meningkat, Maybank Indonesia Perkuat Pembiayaan SME Syariah

Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More

15 hours ago