News Update

OJK Tingkatkan Kerjasama Dengan Bank of Thailand

Bangkok – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan kerjasama di tingkat regional. Hari ini OJK melakukan penandatanganan Letter of Intent dengan Bank of Thailand (BoT) mengenai kesepakatan atas penyusunan Bilateral Agreement. Langkah ini sebagai salah satu perwujudan implementasi Asean Banking Integration Framework (ABIF) antara Indonesia dan Thailand.

Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad dan Gubernur Bank of Thailand, Veerathai Santiprabhob di Bangkok, Thailand, Kamis, 31 Maret 2016.

Muliaman mengatakan, selain untuk membuka jalan bagi industri jasa keuangan Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya di Thailand melalui kehadiran institusi perbankan di kedua yurisdiksi, kerjasama ini juga untuk meningkatkan hubungan dagang antar kedua yurisdiksi. Bilateral Agreement merupakan bagian dari proses implementasi ABIF, di mana dua negara anggota Asean melakukan negosiasi. Negosiasi dilakukan berdasarkan prinsip timbal balik, terkait penetapan Qualified ASEAN Banks (QABs), dan akses pasar serta fleksibilitas operasional yang diberikan.

Implementasi ABIF mengacu pada prinsip yang telah disepakati para otoritas pengawas perbankan di seluruh negara anggota ASEAN pada ABIF Guidelines, yaitu berorientasi pada output, komprehensif, progresif sesuai kesiapan masing-masing anggota, serta inklusif dan transparan. Salah satu fitur utama ABIF adalah keleluasaan bagi QAB untuk mendapatkan akses pasar dan fleksibilitas operasional dari otoritas tuan rumah (host authority) berdasarkan asas timbal balik. QAB juga dapat menikmati perlakuan yang sama dengan bank lokal pada yurisdiksi host authority.

“Potensi bisnis di Thailand sangat besar karena Indonesia adalah mitra dagang no.3 Thailand. Kami mendukung pelaku industri keuangan Indonesia untuk mengembangkan bisnis ke Thailand untuk mendukung perdagangan antara Indonesia dan Thailand,” ujar Muliaman.

Menurutnya, OJK terus mendukung upaya institusi perbankan untuk mengembangkan usaha ke Thailand melalui penyusunan Bilateral Agreement. Kerjasama ini akan diikuti oleh penyusunan Nota Kesepemahaman antara OJK dengan Bank of Thailand pada area pengawasan lintas batas, dalam waktu dekat.

Nota kesepahaman dengan Bank of Thailand ini merupakan amanat dari UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang UU OJK, yang mengamanatkan OJK untuk melakukan kerjasama dengan otoritas pengawas Lembaga Jasa Keuangan di negara lain, serta organisasi internasional dan lembaga internasional lainnya, antara lain pada kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan, dan pertukaran informasi di bidang pengaturan serta pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dengan menekankan prinsip resiprokal dan berimbang. (*)

Editor: Apriyani K

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

16 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

16 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

16 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

19 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

20 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

21 hours ago