Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Impack Pratama Industri Tbk menyetujui pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2016 senilai Rp19,33 miliar.
Sebelumnya pada tahun lalu, perusahaan berhasil memperoleh laba bersih hingga mencapai Rp102,54 miliar.
“Pada RUPS hari ini para pemegang saham menyetujui rencana perseroan yang akan membagikan dividen senilai Rp19,33 miliar dari laba bersih 2016,” kata Direktur Utama Impack Pratama, Haryanto Tjiptodiharjo di Jakarta, Jumat, 16 Juni 2017.
Sementara itu, kata Haryanto, sisa dari laba bersih 2016 akan ditempatkan sebagai saldo untuk menambah modal kerja dan ekspansi usaha perusahaan.
“RUPS juga menyetujui pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana IPO,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, RUPS-Luar Biasa menyetujui penjaminan aset dan/atau harta kekayaan perseroan dengan nilai lebih dari 50 persen dari ekuitas, sehubungan dengan perolehan pendanaan bagi perusahaan maupun anak perusahaan.
Haryanto menyatakan, pihaknya memperkirakan bahwa pada 2017 penjualan neto perseroan akan mengalami kenaikan sebesar 16,6 persen menjadi Rp1,32 triliun dari perolehan di 2016 sebesar Rp1,14 triliun. Sedangkan, pada tahun ini laba komprehensif tahun berjalan yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk senilai Rp130 miliar.
Sepanjang tahun ini perseroan masih akan menghadapi sejumlah tantangan terkait kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya membaik dan penurunan daya beli masyarakat.
Guna dapat meraih peluang di pasar, strategi bisnis yang akan diterapkan perusahaan adalah meningkatkan volume penjualan di distribusi ritel.
Sementara itu, untuk segmen pasar proyek, pihaknya akan lebih agresif mencari peluang di proyek-proyek infrastruktur, pertanian, peternakan, perkebunan, pabrik-pabrik kimia.
“Sejak 31 Maret 2017, kami bekerjasama dengan Covestro Thailand Co. Ltd dalam pengembangan dan efisiensi produk hasil tani,” imbuhnya. (*)
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar rutin untuk menyampaikan… Read More
Dengan adanya MyPanin, menegaskan komitmen PaninBank dalam menghadirkan aplikasi layanan perbankan digital yang komprehensif, nyaman,… Read More