Ekonomi dan Bisnis

IMF: Omnibus Law Harus Dukung Sektor UMKM

Jakarta – Keberadaan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja sangat penting untuk pengembangan sektor UMKM di Indonesia. Pasalnya, adanya poin regulasi yang mengatur kemudahan dan perlindungan UMKM di UU Cipta Kerja bisa menjadi landasan untuk memacu pengembangan UMKM lebih lagi ke depannya.

Hal serupa pun menjadi perhatian Senior Resident Representative International Monetary Fund (IMF) Office for Indonesia, James P. Walsh, yang mana dirinya menyatakan pentingnya peranan Omnibus Law UU Cipta Kerja bagi pengembangan sektor usaha yang diklaim sebagai sektor terbesar pembuka lapangan kerja di Indonesia tersebut.

“UMKM adalah unsur terpenting bagi perekonomian Indonesia dimana banyak pekerjaan diciptakan oleh sektor UMKM. Jadi kita harus mendukung mereka dalam jangka panjang, dan salah satu caranya adalah melalui regulasi seperti Omnibus Law UU Cipta Kerja yang perlu memudahkan UMKM untuk bertumbuh dan berinvestasi,” ucap James kepada Infobanknews di sela-sela acara The 20th Economix International Seminar yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), dikutip 30 November 2022.

Menurutnya, sistem keuangan dan regulasi harus berjalan seirama dalam mendukung pengembangan sektor UMKM. Stabilitas ekonomi yang terwujud melalui pengendalian inflasi, defisit anggaran yang terkendali, dan nilai tukar rupiah yang tetap terjaga pada nilai yang baik, dapat menjadi penopang pendamping sistem regulasi dalam pengembangan sektor UMKM nasional.

“Kita juga bisa mengembangkan sistem keuangan untuk memudahkan perusahaan kecil atau UMKM dalam pengajuan kredit modal kerja agar usaha mereka bisa berkembang dan bertumbuh,” jelasnya. (*) Steven Widjaja

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

7 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

8 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

9 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

9 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

9 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

9 hours ago