Market Update

Imbas MSCI, Outflow Investor Asing Tembus Rp6,12 Triliun

Poin Penting

  • Outflow investor asing pada perdagangan 28 Januari 2026 mencapai Rp6,12 triliun, dengan tekanan utama di saham perbankan berkapitalisasi besar.
  • IHSG anjlok 7,35 persen ke level 8.320,55, dipicu keputusan MSCI membekukan sementara saham Indonesia dalam rebalancing Februari 2026.
  • Mayoritas saham melemah, dengan 753 saham terkoreksi dan nilai transaksi mencapai Rp45,50 triliun.

Jakarta – Aliran dana investor asing kembali keluar dari pasar modal Indonesia. Pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026, net foreign sell tercatat mencapai Rp6,12 triliun.

Keluarnya dana investor asing tersebut masih didominasi saham sektor keuangan, khususnya perbankan berkapitalisasi pasar jumbo. Secara year-to-date (ytd), net foreign sell tercatat sebesar Rp6,31 triliun.

Baca juga: IHSG Dibuka Ambles 4,10 Persen ke Level 7.979, Aksi Jual Asing Masih Dominan

Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, lima saham dengan nilai jual asing terbesar adalah:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp4,14 triliun
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp1,27 triliun
  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI): Rp1,13 triliun
  • PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Rp546,86 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp314,32 miliar.

Adapun hal itu sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin, 28 Januari 2026 yang ditutup merosot ke posisi 8.320,55 atau melemah 7,35 persen dari posisi 8.980,23.

Pelemahan IHSG tersebut dipicu keputusan MSCI yang membekukan sementara saham-saham Indonesia dalam proses rebalancing indeks periode Februari 2026.

Baca juga: Masih Dibayangi Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Melemah Lagi

Lalu, berdasarkan statistik RTI Business, tercatat sebanyak 753 saham terkoreksi, 37 saham menguat, dan 16 saham tetap tidak berubah. 

Sebanyak 60,85 miliar saham diperdagangkan dengan 3,99 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi Rp45,50 triliun. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

10 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

10 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

10 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

11 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

11 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

11 hours ago