News Update

Imbal Hasil Produk Reksa Dana Haji Syariah Masih Menarik

Jakarta – Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) yang dikelola oleh PT Insight Investments Management memiliki kredibilitas yang baik dengan memberikan potensi imbal hasil menarik dan terbukti menunjukkan performa konsisten mengungguli indeks lain, saat volatilitas pasar sedang tinggi pada kurun waktu 2008 hingga 2016.

Diluncurkan pada tanggal 17 Januari 2005, Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) adalah reksa dana pendapatan tetap syariah yang mengacu pada Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan Opini Dewan Pengawas Syariah Insight Investments Management yang bertujuan untuk mendapatkan imbal hasil investasi yang meningkat dalam jangka menengah hingga panjang. Investor bisa mulai berinvestasi pada reksa dana ini dengan minimal pembelian sebesar Rp100.000.

“Secara historikal, imbal hasil Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) konsisten di atas indeks Infovesta Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah, yakni mencapai 46.54% selama 5 tahun terakhir (per akhir Februari 2021). Selain itu Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) juga memiliki imbal hasil yang meningkat per tahunnya, tercatat pada akhir tahun 2018, imbal hasilnya mencapai 5.95%, lalu akhir tahun 2019 sebesar 6.24%, dan kemudian akhir tahun 2020 mencapai 7.94%. Per 12 Maret 2021, secara year-to-date imbal hasil Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) mencapai 1.52%,” papar Direktur Utama PT Insight Investments Management, Ekiawan Heri Primaryanto, Senin, 29 Maret 2021.

I-Hajj Syariah Fund memiliki fleksibilitas alokasi aset pada komposisi portofolionya, yakni penempatan pada efek sukuk, efek hutang, atau efek investasi syariah sebesar 40% hingga 100% , serta pada efek pasar uang syariah sebesar 0% hingga 60%.

Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund memiliki strategi berfokus pada sukuk korporasi investment grade dengan durasi 2-3 tahun, yang diterbikan oleh emiten dengan kredibilitas baik dan memiliki potensi return menarik.

IHSG dan Obligasi Indonesia terus menerus mengalami gejolak dalam kurun waktu 2008-2016, bahkan di tahun-tahun tertentu turun hingga 20% dalam periode tersebut. Perubahan di pasar terjadi dengan sangat cepat, tidak jarang para investor jadi terlambat menyesuaikan alokasi aset mereka.

Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund sendiri telah melewati keempat fase krisis dengan performa konsisten, selalu lebih unggul daripada indeks acuan lain, sehingga Reksa Dana Haji Syariah merupakan pilihan yang terbaik untuk meminimalisir risiko berinvestasi.

Saat pasar keuangan Indonesia juga mengalami volatilitas tinggi pada triwulan pertama 2021 ini, memasukkan produk Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund dalam komposisi portofolionya, merupakan pilihan yang sangat baik bagi para investor.

Kinerja Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund juga sudah diakui publik dan diunggulkan sebagai reksa dana pendapatan tetap syariah terbaik sepanjang lebih dari 10 tahun. Terbukti dari banyak penghargaan yang sudah diraih oleh Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund selama ini, seperti dari Majalah Investor dan Refinitiv Lipper Fund Award Global Islamic sebagai Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah Terbaik Tahun 2019 serta Reksa Dana Pendapatan Tetap Syariah Terbaik Tahun 2020.

Keunggulan Reksa Dana I-Hajj Syariah Fund lainnya adalah memberikan kesempatan kepada para investor untuk berkontribusi kepada masyarakat, yakni kesempatan beribadah ke Tanah Suci bagi warga yang kurang mampu secara ekonomi. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Tandatangani Kerja Sama, Pemkab Serang Resmi Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Poin Penting Pemkab Serang resmi memindahkan RKUD ke Bank Banten, ditandai penandatanganan PKS pada 9… Read More

5 hours ago

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

6 hours ago

BTN Salurkan KUR Rp2,72 Triliun hingga Maret 2026, Perkuat Beyond Mortgage

Poin Penting BTN telah menyalurkan KUR Rp2,72 triliun hingga Maret 2026, didominasi KUR kecil (75%)… Read More

6 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

7 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

7 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

7 hours ago