Poin Penting
Jakarta – Pengakuan sebagai Best CEO 2025 menjadi legitimasi atas kepemimpinan Direktur Utama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono. Tetapi, sorotan utama justru tertuju pada bagaimana ia menghadapi fase krusial transformasi Bank Muamalat di tengah tekanan industri dan ekspektasi tinggi publik terhadap perbankan syariah.
Sejak hari pertama menjabat, Imam dihadapkan pada tantangan mendasar: mengembalikan kepercayaan (trust) umat. Menurutnya, persoalan bank syariah tidak semata soal kinerja keuangan, melainkan juga kredibilitas nilai.
“Kita berhadapan dengan pasar yang sangat kritis dan spiritual sekaligus. Mereka ingin bank yang tidak hanya Islami, tapi juga bermartabat dan terpercaya,” kata Imam dikutip 1 Maret 2026.
Baca juga: Muamalat DIN Dorong Zakat Digital, Volume Ziswaf Melonjak
Imam mengakui, tantangan terberat justru datang dari dalam organisasi. Karena itu, ia memilih tidak sekadar mempercantik laporan kinerja, melainkan melakukan pembenahan fundamental melalui Turnaround Plan berbasis nilai.
“Kami tidak memulai dari kosmetik kinerja, tetapi dari hal yang paling mendasar: kesadaran kolektif bahwa krisis bukanlah aib, melainkan momentum spiritual dan manajerial untuk bangkit. Dari situ, kami menyederhanakan fokus bisnis, menghentikan ekspansi yang tidak sehat, dan mengalihkan energi organisasi ke segmen-segmen yang benar-benar kami pahami dan kuasai—khususnya ekosistem haji dan umrah, pembiayaan emas, dan ritel yang resilient,” tuturnya.
Langkah tersebut menjadi penanda perubahan arah strategis Bank Muamalat. Alih-alih mengejar pertumbuhan agresif, manajemen memilih pendekatan selektif dengan memperkuat ceruk pasar yang dinilai paling sesuai dengan DNA perseroan sebagai pionir bank syariah nasional.
Di saat bersamaan, Imam juga menegaskan reposisi budaya kerja internal. Bank Muamalat, tegasnya, bukan sekadar entitas bisnis, melainkan institusi perjuangan yang membawa misi ekonomi syariah. Transformasi pun menyentuh cara pengambilan keputusan hingga pola layanan kepada nasabah.
Baca juga: Begini Strategi Bank Muamalat Genjot Tabungan Haji
“Perlahan tapi pasti, trust mulai kembali, kinerja membaik, dan yang terpenting: organisasi menemukan kembali jati dirinya,” ujarnya.
Penghargaan Best CEO 2025, lanjut Imam, merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan Bank Muamalat serta dukungan para pemangku kepentingan.
“Perjalanan tiga dekade Bank Muamalat menjadi bagian dari ikhtiar hijrah keuangan masyarakat menuju sistem yang lebih amanah dan sesuai prinsip syariah,” tutupnya.
Sekadar informasi tambahan, pemilihan Best CEO 2025 dilakukan melalui survei dengan menggunakan pendekatan The 4 Essential Roles of Leadership yakni menginspirasi kepercayaan, menciptakan visi, mengeksekusi strategi, dan potensi pembimbingan.
Adapun responden survei adalah karyawan yang berada di level 3-4 di bawah CEO. Di samping itu, kinerja perusahaan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan CEO yang berhak menyandang predikat Best CEO 2025. (*)
Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More
Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More
Jakarta - Momentum Lebaran 2026 dimanfaatkan Paramount Land untuk mengakselerasi penjualan properti melalui kombinasi strategi… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menyalurkan 1.000 paket sembako dan santunan kepada anak yatim serta keluarga… Read More
Poin Penting OJK cabut izin PT Tennet Depository Indonesia sebagai pengelola penyimpanan aset keuangan digital… Read More
Poin Penting Pemerintah menerapkan WFH sehari dalam sepekan bagi ASN dan mengimbau sektor swasta untuk… Read More