Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatatkan suku bunga kredit perbankan masih terus menurun pasca penurunan bunga acuan yang sudah turun sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Hingga September suku bunga kredit juga mulai menurun, terutama pada kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing tercatat sebesar 10,04% dan 10,26%,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis 21 November 2019.
Angka suku bunga kredit tersebut terlihat semakin turun, di mana pada periode Oktober 2019, BI masih mencatatkan kredit investasi dan kredit modal kerja yang masing-masing tercatat sebesar 10,11% dan 10,33%.
Tak hanya itu, BI juga mencatatkan rerata tertimbang suku bunga deposito juga menurun 12 bps dibandingkan dengan level September 2019 sehingga tercatat 6,45% pada Oktober 2019.
Sementara untuk pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2019 bergerak sejalan dengan pola pertumbuhan ekonomi yakni masing-masing 6,88% (yoy) dan 7,08% (yoy).
Ke depan, BI juga akan terus memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi di pasar uang, serta memperkuat transmisi bauran kebijakan yang akomodatif. Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan sendiri terpantau terus menurun dari level 94,04% pada Agustus menjadi 93,76% pada September 2019.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghimbau industri perbankan untuk segera menurunkan suku bunga kreditnya. Hal ini sejalan dengan BI yang sudah menurunkan suku bunganya sebanyak 100 bps disepanjang 2019 yakni menjadi 5%. (*)
Editor: Rezkiana Np
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More