Jakarta–Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 31,67 poin atau 0,59 persen ke level 5.394,72 pada perdagangan Kamis, 2 Maret 2017. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 7,94 poin atau 0,89 persen ke level 895,83.
Indeks menguat seiring positifnya laju bursa bursa global, termasuk bursa AS dan Eropa pada perdagangan semalam.
Mengutip riset Samuel Sekuritas Indonesia, Indeks AS sendiri semalam ditutup naik menyikapi pidato Donald Trump pada kongres yang memiliki nada positif.
Sementara penguatan pasar Eropa kemarin didorong oleh ekspektasi positifnya dampak pidato Donald Trump dan earnings beberapa emiten.
Dari pasar komoditas, harga emas tercatat turun sedangkan harga minyak dunia tertekan di tengah laporan crude stocks yang mengalami record high.
Dari update data ekonomi yang dirilis semalam, personal income naik 0,4 persen lebih baik dari proyeksi konsensus, sedangkan angka ISM manufaktur naik menjadi 57.7 vs 56 di Jan17
Dari pasar domestik, masa earnings season masih menjadi tajuk utama, sementara dampak pidato Donald Trump pada pasar AS dan regional akan menjadi sentimen penggerak bursa hari ini selain juga spekulasi maupun ekspektasi dampak positif pertemuan Raja Salman dan Presiden Jokowi.
Disisi lain nilai tukar rupiah melemah ke Rp13.362/USD dari Rp13.336/USD , di tengah lonjakan indeks US dolar yang memproyeksikan kenaikan suku bunga acuan semakin dekat. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More