Jakarta – Pelaku perbankan nasional menyebut, pihaknya telah mengikuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menurunkan suku bunga kreditnya seiring dengan penurunan bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang telah diturunkan sebanyak 100 basis points (bps)
Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan menyebut, pihaknya hingga saat ini telah menurunkan suku bunga kredit hingga 20 bps.
“Sudah, di kredit loan sudah turun, DPK juga. Sekitar saya rasa 20 bps untuk yang kredit dan DPK. Kelihatan dari Cost Of Fund kita udah turun juga. Kita tarik dana murah,” kata Panji ketika ditemui di Kompleks DPR RI Jakarta, Senin 25 November 2019.
Menurutnya hingga tahun depan pihaknya masih berpeluang untuk terus menurunkan bunga kredit miliknya sesuai dengan kebutuhan pasar.
Tak hanya itu, ditemui di tempat yang sama, Direktur Finance, Treasury & Strategy BTN Nixon L.P Napitupulu juga mengatakan, pihaknya telah menurunkan suku bunga kredit sebesar 25 bps. Sementara untuk suku bunga deposito pihaknya masih menunggu pasar.
“Kan sudah turun bertahap turun kalau yield kredit sudah turun 25 bps. Kami selalu turunkankan seiring penurunan BI. Tapi deposito kan gak bisa langsung, tunggu jatuh tempo dulu terutama yang 3-6 bulan,” ujar Nixon.
Ia mengungkapkan, untuk bunga deposito miliknya belum terlihat turun karena masih menunggu perkembangan likuiditas pasar.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghimbau industri perbankan untuk segera menurunkan suku bunga kreditnya. Hal ini sejalan dengan BI yang sudah menurunkan suku bunganya sebanyak 100 bps disepanjang 2019 yakni menjadi 5%. (*)
Editor: Rezkiana Np
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More