Jakarta–PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) telah membuktikan sebagai salah satu perusahaan di industri Semen yang telah berhasil mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dari batu bara dengan bahan bakar alternatif dari biomasa seperti sekam padi dan cocopeat, yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dalam mendukung rehabilitasi dan konservasi lingkungan.
Meski belum 100% melakukan perubahan penggunaan bahan fosil. Diharapkan subtitusi batu bara dengan bahan bakar alternatif ini bisa menurunkan emisi gas hingga 22% di 2020.
Hal ini juga diakui Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategi Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Fajar Harry Sampurno. Ia berharap apa yang dilakukan SMGR bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan lainnya.
“SMGR ini milik rakyat dan perusahaan terbuka, meski sebagai salah satu perusahaan yang mengejar keuntungan, kepentingan masyarakat dan lingkungan tetap perlu didahulukan. Kita harapkan kedepan kontribusi penurunan emisi bisa lebih besar lagi,” kata Fajar di Jakarta, Senin, 16 Januari 2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Aset kelolaan DPLK Avrist tumbuh 9,24% menjadi Rp1,32 triliun hingga Desember 2025, dengan… Read More
Poin Penting Prabowo dinilai realistis menyikapi keikutsertaan Indonesia di Board of Peace, yang saat ini… Read More
Poin Penting Debt collector berperan vital menjaga stabilitas pembiayaan dengan mencegah kredit macet, menjaga nilai… Read More
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More
Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More
Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More