News Update

Ikut Earth Hour 2026, BCA Pastikan Jaringan dan Layanan Perbankan Berjalan Normal

Poin Penting

  • BCA berpartisipasi dalam Earth Hour 2026 dengan memadamkan lampu dan perangkat non-esensial selama satu jam di seluruh kantor, tanpa mengganggu layanan perbankan dan ATM.
  • Aksi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA terhadap efisiensi energi dan ESG, dengan intensitas listrik yang terus menurun hingga 131 kWh/m² pada 2025.
  • Sejak 2019, partisipasi konsisten BCA dalam Earth Hour terbukti berdampak pada penghematan energi.

Jakarta – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali mendukung kampanye global terkait perubahan iklim, Earth Hour 2026. Di tengah ketegangan geopolitik yang berpotensi menimbulkan krisis energi, BCA memanfaatkan momentum Earth Hour untuk terus mendorong efisiensi energi.

Dalam peringatan Earth Hour 2026, BCA berpartisipasi dengan memadamkan lampu dan peralatan elektronik non- esensial pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pemadaman di gedung operasional dan kantor cabang BCA di seluruh wilayah Indonesia, dilakukan mulai pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat.

Walaupun dilakukan pemadaman selama Earth Hour, bank swasta terbesar di Indonesia ini memastikan layanan perbankan dan jaringan ATM tetap beroperasi normal untuk melayani kebutuhan transaksi nasabah.

Baca juga: BCA Lakukan Buyback Saham Rp5 Triliun, Ini Tujuannya

BCA sendiri sejak 2019 secara konsisten berpartisipasi dalam peringatan Earth Hour. Partisipasi dalam kampanye global perubahan iklim itu terbukti menghemat listrik. Dalam peringatan Earth Hour 2025, 962 unit kantor BCA ikut memadamkan listrik selama satu jam.

Partisipasi dalam Earth Hour juga sejalan dengan upaya efisiensi penggunaan listrik sepanjang tahun. Hal tersebut tercermin dalam intensitas penggunaan energi listrik di BCA yang konsisten menurun menjadi senilai 131 kWh/m2 pada tahun 2025.

Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, keterlibatan perseroan dalam Earth Hour adalah wujud konsisten dalam menerapkan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG).

Ia menyebut tindakan sederhana dalam kampanye ini bermakna kuat dalam meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim global lewat aksi penghematan energi.

“Partisipasi BCA dalam Earth Hour tidak sekadar aksi tahunan semata, melainkan langkah nyata dalam mendukung ketahanan energi dan mengantisipasi perubahan iklim. Kami ingin kontribusi ini juga semakin banyak diikuti oleh banyak pihak dengan harapan memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga bumi ini,” kata Hera dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu, 28 Maret 2026.

Baca juga: RUPST BCA Angkat David Formula jadi Direktur, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

Selain itu, BCA juga aktif mengajak karyawan maupun nasabah berpartisipasi dalam gerakan Earth Hour lewat aktivasi komunikasi di kanal media sosial dengan tagar #IniAksiku dan #SatuJamUntukBumi.

“BCA juga ingin mendorong individu, komunitas, dan nasabah menjadi bagian dari perubahan untuk dunia yang berkelanjutan. Kesadaran untuk mematikan lampu serta peralatan elektronik selama satu jam saja jika dilakukan secara bersama-sama akan berdampak sangat besar bagi perbaikan lingkungan,” pungkasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Mengapa Selat Hormuz Menjadi Variabel Penting dalam Perang Teluk?

Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior, Praktisi Perbankan, dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia PERANG… Read More

1 hour ago

Riset HID: 73 Persen Perusahaan Prioritaskan Manajemen Identitas di Tengah Ancaman Siber

Poin Penting Menurut riset HID 73 persen perusahaan global kini memprioritaskan manajemen identitas seiring meningkatnya… Read More

7 hours ago

Menguak Dugaan Kegagalan KAP dan Ketimpangan Penegakan Hukum dalam Skandal Kredit Sritex

Jakarta - Persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang terkait kasus kredit macet PT… Read More

8 hours ago

Top! Laba Bank Kalbar Februari 2026 Tumbuh 14,81 Persen di Tengah Tekanan Ekonomi

Poin Penting Hingga Februari 2026, Bank Kalbar mencetak laba Rp98,71 miliar, naik 14,81 persen (yoy),… Read More

10 hours ago

Analis Elev8 Ungkap Anak Muda Punya Pandangan Baru Soal Sukses Finansial

Poin Penting Milenial dan Gen Z tidak lagi terpaku pada indikator tradisional seperti kepemilikan rumah,… Read More

19 hours ago

OJK Hormati Putusan KPPU atas 97 Pindar, Fokus Jaga Stabilitas Industri

Poin Penting OJK menghormati putusan KPPU yang menjatuhkan sanksi kepada 97 pindar atas pelanggaran persaingan… Read More

24 hours ago