Categories: Analisis

Ikut Dana Pensiun, Di Bank Atau Asuransi?

Banyak yang bisa dilakukan untuk mempersiapkan dana pensiun. Bisa ikut program yang ada di bank atau asuransi. Yang wajib diperhatikan adalah imbal hasil yang dibutuhkan kelak dan lembaga yang terpercaya untuk menitipkan uang Anda.

Jakarta – Memilih ikut dana pensiun yang ditawarkan bank atau asuransi? Mungkin Anda pernah kebingungan. Sebenarnya keduanya mempunyai plus dan minus. Bahkan kalau mempunyai dana berlebih, Anda bahkan bisa ikut keduanya.

Dana pensiun yang ditawarkan bank biasanya dalam bentuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Ciri khas DPLK adalah program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun.

Dalam prakteknya, perusahaan mengikutsertakan karyawan ke dalam salah satu DPLK. Biasanya perusahaan akan memotong gaji kayawan setiap bulan berdasarkan prosentase tertentu yang kemudian dibayarkan sebagai iuran pensiun ke DPLK.  Tetapi walaupun Anda bukan karyawan perusahaan, Anda juga bisa mengikuti DPLK secara mandiri dengan mendaftar ke bank. Kelebihan ikut dana pensiun lewat bank adalah berkaitan dengan kemudahan. Apalagi bank biasanya menyediakan fasilitas debet langsung dari rekening Anda.

Bagaimana dengan asuransi pensiun, secara prinsip asuransi pensiun adalah memproteksi Anda dan diwaktu Anda pensiun akan mendapatkan dana hasil dari investasi Anda.

Bila mengikuti asuransi pensiun, Anda juga cukup membayar premi yang ditentukan. Biasanya produknya sudah termasuk fasilitas dan manfaat proteksinya, mulai dari sakit dan rawat inap, pembedahan, kecelakaan dan sakit kritis bahkan ada  fasilitas lainnya. beberapa lainnya memadukan produknya dengan investasi Sehingga dengan demikian dana yang Anda persiapkan untuk pensiun senantiasa tersedia saat pensiun datang plus ada pengembangan dana yang sudah di investasikan sebelumnya . (*)

Apriyani

Recent Posts

Permata Bank Tebar Dividen Rp1,26 Triliun, Angkat Direktur Baru

Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More

4 hours ago

Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Mau Gelar RUPST 29 April 2026, Simak Agenda Lengkapnya

Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More

8 hours ago

Siap-Siap! Bea Cukai Buka 300 Formasi CPNS Lulusan SMA Bulan Depan

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More

8 hours ago

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah, Begini Respons BI

Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More

9 hours ago

CIMB Perluas Segmen Affluent ASEAN Sejalan Strategi Forward30

Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More

10 hours ago