News Update

IKT Incar Posisi 5 Pengelola Terminal Mobil Terbesar Dunia

Jakarta — PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT) membidik posisi lima besar pengelola terminal mobil terbesar di dunia. Perusahaan yang segera melantai di bursa saham ini tepatnya membidik posisi kelima.

Direktur Utama IKT, Chiefy Adi Kusmargono mengatakan, IKT menargetkan lahan seluas 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. “Dengan demikian, perseroan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar kelima di dunia,” dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 28 Mei 2018.

IKT adalah perusahaan yang mengelola terminal yang secara khusus diusahakan secara komersial untuk memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan. Adapun pelayanannya meliputi stevedoring, cargodoring, receiving dan delivery. Selain itu perseroan juga melayani jasa vehicle processing center (VPC) dan equipment processing center (EPC).

Baca juga: Indonesia Kendaraan Terminal Siap Lepas 30% Saham

“IKT memiliki beberapa keunggulan, di antaranya satu-satunya perusahaan yang mengelola terminal komersial yang memberikan jasa pelayanan terminal kendaraan di negara terpadat keempat di dunia, memiliki 100 persen captive market dan marjin bisnis tinggi,” tutur Chiefy.

Bisnis IKT bakal didukung kenyataan bahwa Indonesia adalah negara dengan penjualan mobil terbesar ke-17 di dunia dan nomor satu di ASEAN. Secara produksi, Indonesia terbesar ke-18 di dunia dan nomor dua di ASEAN. Adapun pertumbuhan produksi mobil di Indonesia secara tahunan mencapai 11,4 persen selama periode 2007-2017.

“IKT menyediakan terminal yang disiapkan tak hanya untuk mobil, melainkan alat berat, truk, bus dan suku cadang. Perseroan mengelola lahan seluas 31 hektare dengan kapasitas 700 ribu unit kendaraan per tahun,” tutup Chiefy. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

LPEI Bukukan Laba Rp252 Miliar di 2025, Tumbuh 8 Persen

Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More

3 hours ago

PINTU Gandeng Aparat Hukum Perkuat Keamanan Industri Kripto

Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More

5 hours ago

IAI Inisiasi Indonesia Sustainability Reporting Forum, Ignasius Jonan Jadi Ketua

Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More

6 hours ago

Pangsa Kredit UMKM Terus Menyusut, Program Pemerintah Jadi Peluang Tumbuh

Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More

8 hours ago

Sisi Lain Demam AI

Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More

9 hours ago

Industri Melambat, Begini Jurus ACA Jaga Pertumbuhan Premi

Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More

10 hours ago