Categories: Keuangan

IKNB Diminta Investasi Rp500 Triliun di Infrastruktur

Kehadiran Indonesia Invesment Club diharapkan mendorong peran industri keuangan nonbank dalam pembiayaan infrastruktur. Ria Martati

Jakarta–Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad berharap minimal sepertiga dari aset industri keuangan nonbank (IKNB) saat ini bisa diinvestasikan untuk instrumen jangka panjang terkait pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur dengan karakteristik jangka panjang dinilai sesuai dengan karakteristik investasi bagi dana pensiun dan asuransi yang bisa berinvestasi untuk jangka panjang.

“Dari total investasi IKNB yang sebesar Rp1.600 triliun itu kan, nanti dialokasikan ke dalam surat berharga yang beda-beda sesuai dengan kebutuhan. Kalau sepertiga atau seperempatnya bisa untuk investasi jangka panjang menurut saya sudah cukup bagus. Jadi kalau sepertiga dari Rp1.600 triliun kan berarti sekitar Rp500 triliun bisa untuk investasi jangka panjang,” ujar Muliaman usai Soft Launching Indonesia Invesment Club di Jakarta, Selasa, 7 Juli 2015.

Menurutnya, OJK akan memberi kelonggaran bagi pelaku usaha jasa keuangan yang akan menginvestasikan dananya untuk produk-produk jangka panjang agar menyokong pembiayaan infrastruktur.

“Rencana pelonggaran OJK bersyarat sepanjang kemampuan manajemen risiko meyakinkan. Jadi kami pada waktunya akan memberikan pelonggaran yang bisa lebih besar pada mereka yang siap, dan memiliki kapasitas untuk itu, karena investasi berkaitan dengan risiko,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Komisioner OJK/Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Firdaus Djaelani mengatakan, pemerintah membutuhkan Rp5.519 triliun untuk pembangunan infrastruktur 2015-2019, sementara kemampuan pendanaan melalui APBN hanya Rp2.216 triliun atau 40,1% dari total kebutuhan.

Oleh karena itu, peran swasta sangat penting, termasuk peran lembaga keuangan. Kehadiran Indonesia Invesment Club diharapkan mendorong peran aktif lembaga keuangan untuk mendukung pembiayaan infrastruktur.

Pembentukan IIC juga diharapkan dapat meningkatkan stabilitas sistem keuangan nasional, meningkatkan pengembangan produk-produk di sektor jasa keuangan, membangun sinergi antar industri keuangan dalam pembiayaan infrastruktur, meningkatkan edukasi dan perlindungan investor lembaga jasa keuangan, efisiensi biaya dan efektifitas investasi bagi investee dan investor, menjadi mitra bagi regulator dalam harmonisasi peraturan di sektor jasa keuangan, dan sebagai mitra strategis dari dunia internasional untuk berinvestasi di Indonesia.

“Ini sebagai wadah investor dan investee akan memberi rekomendasi apakah suatu proyek atau investasi layak atau tidak layak sehingga dapat menjadi referensi bagi anggotanya,” kata dia. Dengan demikian bagi anggota IIC keuntungannya adalah menghindarkan dari risiko investasi karena IIC juga memiliki analis-analis. (*)

@ria_martati

Paulus Yoga

Recent Posts

Libur Lebaran 2026: Ini Jadwal Operasional Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI

Poin Penting Jadwal libur bank saat Lebaran 2026 berlangsung bersamaan dengan rangkaian libur Nyepi dan… Read More

60 mins ago

Pemerintah Efisiensi Anggaran K/L, MBG dan KDMP Tetap Jalan Meski Risiko Perang AS-Iran

Poin Penting Program prioritas MBG dan KDMP tetap berjalan tanpa pemangkasan anggaran. Efisiensi dialihkan ke… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Bertahan Menguat 1 Persen Lebih di Posisi 7.102

Poin Penting IHSG sesi I ditutup naik 1,14% ke level 7.102,20, hampir seluruh sektor menunjukkan… Read More

1 hour ago

Libur Bursa 2026: BEI Tutup Perdagangan 18-24 Maret saat Nyepi dan Idul Fitri

Poin Penting BEI menetapkan libur bursa selama lima hari kerja pada 18–24 Maret 2026 terkait… Read More

1 hour ago

Investor Kripto Harus Simak, Ini 5 Strategi Wajib Hadapi Bear Market

Poin Penting Investor berpengalaman melihat penurunan harga aset kripto sebagai kesempatan membeli aset undervalued, terutama… Read More

1 hour ago

Pengaruh Perang Iran terhadap Politik Pemilihan Legislatif Sela AS

Oleh Mahendra Siregar, Pengamat Geopolitik SEPANJANG sejarah 100 tahun terakhir, Amerika Serikat (AS) tidak pernah… Read More

1 hour ago