Dua orang pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, beberapa waktu lalu. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa, 19 Agustus 2025, ditutup melemah 0,09 persen ke level 7.891,04 dari posisi sebelumnya 7.898,37.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 26,93 miliar saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,30 juta kali. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,23 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 247 saham terkoreksi, sebanyak 397 saham menguat dan sebanyak 156 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Dibuka Fluktuatif Cenderung Melemah pada Posisi 7.894
Meski IHSG melemah, mayoritas sektor justru menguat. Sektor industrial naik 1,71 persen, sektor transportasi meningkat 1,33 persen, sektor properti menguat 1,17 persen, sektor kesehatan naik 0,93 persen, dan sektor energi meningkat 0,89 persen.
Selain itu, sektor non-siklikal menguat 0,79 persen, sektor teknologi naik 0,74 persen, sektor bahan baku meningkat 0,50 persen, sektor infrastruktur dan sektor siklikal meningkat 0,01 persen.
Kemudian, hanya sektor keuangan yang melemah, turun 0,14 persen. Tekanan terutama datang dari penurunan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 2,01 persen.
Baca juga: Jahja Setiaatmadja Lepas 1 Juta Saham BBCA, Segini Dana yang Diraup
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Hang Seng Index meningkat 0,19 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai naik 0,14 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,12 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More